Lena Headey Buka Suara Usai Ogah Lakoni Adegan Vulgar di Game of Thrones

banner


Jakarta – Bagi para pencinta serial Game of Thrones (GoT), adegan Walk of Shame atau berjalan tanpa busana yang menimpa karakter Cersei Lannister di Musim ke-5 pasti menjadi salah satu momen yang paling sulit dilupakan.

Tapi siapa sangka adegan ikonis tersebut menyisakan cerita pahit bagi sang aktris, Lena Headey, akibat reaksi negatif dari penonton yang merasa “tertipu” karena ia menggunakan pemeran pengganti (body double).

Dalam wawancara terbarunya bersama The Telegraph, Lena Headey secara blak-blakan mengungkapkan rasa terkejutnya atas amarah publik yang sempat dialaminya bertahun-tahun lalu.

“Saya benar-benar syok dengan kemarahan itu, dengan adanya opini bahwa saya telah menipu atau mendustakan penonton,” ungkap Headey.

Headey kemudian membeberkan alasan kuat mengapa ia memilih untuk tidak menanggalkan pakaiannya sendiri saat syuting adegan krusial tersebut.

Menurutnya, pada saat itu popularitas para pemain GoT sudah sangat meledak, dan proses syuting adegan penghukuman tersebut melibatkan 3.000 aktor figuran di lokasi.

Baginya, menjaga kondisi mental dan emosional jauh lebih penting demi memberikan kualitas akting yang maksimal untuk karakter Cersei.

“Berakting itu menyenangkan, tetapi menuntut banyak hal dari diri Anda. Saya tidak akan mampu menyampaikan sisi emosional dari peran tersebut jika saya harus berada dalam mode defensif penuh (karena harus bertelanjang di depan ribuan orang),” jelasnya tegas.

Kontroversi adegan telanjang ini rupanya juga berkaitan erat dengan pandangan Headey mengenai bagaimana tubuh perempuan kerap dieksploitasi di bawah tekanan industri.

Sebagai salah satu aktris yang berani bersuara dalam gerakan #MeToo pada 2017-termasuk membongkar perilaku intimidasi produser Harvey Weinstein-Headey mengecam keras ketimpangan kuasa yang terjadi di Hollywood.

Ia merasa geram dengan sistem di masa lalu yang memaksa para aktris rentan untuk menuruti kemauan industri demi bisa menyambung hidup dan mendapatkan pekerjaan.

“Perlindungan aneh yang kita berikan kepada pria-pria predator di industri ini karena kekuasaan mereka, membuat saya sangat marah. Sebuah pekerjaan bisa langsung rusak hanya karena satu orang yang dibiarkan lolos begitu saja,” tutur Headey.

Meski sempat mengalami masa-masa sulit akibat tekanan industri dan kritik tajam penonton seputar adegan tersebut, Headey mengaku lega melihat perubahan di Hollywood saat ini.

Ia memuji generasi aktris muda masa kini yang dinilainya jauh lebih cerdas, berani, dan tanpa ragu menolak jika diminta melakukan hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman di lokasi syuting.

(ass/tia)


–>

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *