Aktor legendaris peraih Piala Oscar, Sir Anthony Hopkins (88), ternyata memiliki kepiawaian lain di luar dunia seni peran. Selama enam dekade terakhir, ia diam-diam menggubah sejumlah komposisi musik klasik yang merupakan karya orisinalnya.
Album pertama Hopkins bertajuk Life Is a Dream akan dirilis pada 21 Agustus 2026 oleh perusahaan rekaman Decca Classics. Album tersebut merupakan kumpulan karya ciptaannya sejak 1960-an.
Salah satu singel, ”Bracken Road”, telah dirilis pada Jumat (10/7/2026). Komposisi itu terinspirasi kenangan masa kecil Hopkins di Margam, Wales Selatan, Inggris. Alunan nadanya menggambarkan jalan, padang rumput, lahan pertanian, dan pegunungan yang mengelilingi rumah keluarganya pada 1940-an.
Singel lainnya, ”My Fatherland”, mengambil inspirasi dari melodi tradisional Wales. Beberapa komposisi lain dalam album ini terinspirasi oleh film, istri, dan keponakan Hopkins.
”Bagi saya, menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman setelah enam dekade berkarya adalah suatu kehormatan seumur hidup. Musik adalah keinginan dan harapan pertama saya. Beberapa dari karya ini telah menemani saya selama beberapa dekade dan saya masih sering kembali kepadanya. Seluruh hidup saya adalah mimpi,” ujar Hopkins seperti dikutip The Guardian.
Seluruh komposisi dalam album tersebut diaransemen oleh konduktor peraih Grammy, Gustavo Dudamel, bersama Orkestra Philharmonia. Kolaborasi ini juga melibatkan pemain celo Gregorio Nieto dan pianis klasik Sergio Tiempo.
”Saya menyampaikan rasa terima kasih dan hormat terdalam kepada maestro Gustavo Dudamel. Keahliannya merupakan bagian integral dari perjalanan musik ini. Dengan ketepatan dan keanggunan tongkat konduktornya, ia mengubah setiap nada menjadi makna yang mendalam dan tak terlupakan,” puji Hopkins.
Bagi saya, menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman setelah enam dekade berkarya adalah suatu kehormatan seumur hidup. Musik adalah keinginan dan harapan pertama saya.
Pihak label menyebut Hopkins telah bermain piano sejak usia empat tahun dan mulai membawakan karya Beethoven dan Chopin beberapa tahun kemudian. Saat remaja, ia juga menggubah musik untuk pertunjukan teater lokal.
Pada 2012, komposer otodidak ini memenangi Classic Brit Award untuk album terbaik lewat waltz utama ”And the Waltz Goes On” yang direkam oleh pemain biola André Rieu. Dudamel memuji Hopkins sebagai ”seniman yang langka”. Menurut dia, suara kreatif Hopkins melampaui satu media tunggal.
“Kedalaman imajinasi, kemanusiaan, dan kebenaran emosional Hopkins telah mendefinisikan karya-karyanya, baik di panggung maupun di layar. Mendengarkan komposisinya, saya terkesan oleh keindahan, keahlian, dan rasa takjub yang menghidupkannya. Anthony mendekati musik dengan hati seorang pendongeng dan naluri seorang penyair,” kata Dudamel seperti dikutip The Hollywood Reporter.
Dengan album ini, Anthony Hopkins membuktikan dirinya bukan hanya ikon legendaris layar lebar melainkan juga seorang komposer musik klasik berdedikasi puluhan tahun yang karya-karyanya beresonansi secara universal. Selamat!
Aktor legendaris peraih Piala Oscar, Sir Anthony Hopkins (88), ternyata memiliki kepiawaian lain di luar dunia seni peran. Selama enam dekade terakhir, ia diam-diam menggubah sejumlah komposisi musik klasik yang merupakan karya orisinalnya.
Album pertama Hopkins bertajuk Life Is a Dream akan dirilis pada 21 Agustus 2026 oleh perusahaan rekaman Decca Classics. Album tersebut merupakan kumpulan karya ciptaannya sejak 1960-an.
Salah satu singel, ”Bracken Road”, telah dirilis pada Jumat (10/7/2026). Komposisi itu terinspirasi kenangan masa kecil Hopkins di Margam, Wales Selatan, Inggris. Alunan nadanya menggambarkan jalan, padang rumput, lahan pertanian, dan pegunungan yang mengelilingi rumah keluarganya pada 1940-an.
Singel lainnya, ”My Fatherland”, mengambil inspirasi dari melodi tradisional Wales. Beberapa komposisi lain dalam album ini terinspirasi oleh film, istri, dan keponakan Hopkins.
”Bagi saya, menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman setelah enam dekade berkarya adalah suatu kehormatan seumur hidup. Musik adalah keinginan dan harapan pertama saya. Beberapa dari karya ini telah menemani saya selama beberapa dekade dan saya masih sering kembali kepadanya. Seluruh hidup saya adalah mimpi,” ujar Hopkins seperti dikutip The Guardian.
Seluruh komposisi dalam album tersebut diaransemen oleh konduktor peraih Grammy, Gustavo Dudamel, bersama Orkestra Philharmonia. Kolaborasi ini juga melibatkan pemain celo Gregorio Nieto dan pianis klasik Sergio Tiempo.
”Saya menyampaikan rasa terima kasih dan hormat terdalam kepada maestro Gustavo Dudamel. Keahliannya merupakan bagian integral dari perjalanan musik ini. Dengan ketepatan dan keanggunan tongkat konduktornya, ia mengubah setiap nada menjadi makna yang mendalam dan tak terlupakan,” puji Hopkins.
Bagi saya, menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman setelah enam dekade berkarya adalah suatu kehormatan seumur hidup. Musik adalah keinginan dan harapan pertama saya.
Pihak label menyebut Hopkins telah bermain piano sejak usia empat tahun dan mulai membawakan karya Beethoven dan Chopin beberapa tahun kemudian. Saat remaja, ia juga menggubah musik untuk pertunjukan teater lokal.
Pada 2012, komposer otodidak ini memenangi Classic Brit Award untuk album terbaik lewat waltz utama ”And the Waltz Goes On” yang direkam oleh pemain biola André Rieu. Dudamel memuji Hopkins sebagai ”seniman yang langka”. Menurut dia, suara kreatif Hopkins melampaui satu media tunggal.
“Kedalaman imajinasi, kemanusiaan, dan kebenaran emosional Hopkins telah mendefinisikan karya-karyanya, baik di panggung maupun di layar. Mendengarkan komposisinya, saya terkesan oleh keindahan, keahlian, dan rasa takjub yang menghidupkannya. Anthony mendekati musik dengan hati seorang pendongeng dan naluri seorang penyair,” kata Dudamel seperti dikutip The Hollywood Reporter.
Dengan album ini, Anthony Hopkins membuktikan dirinya bukan hanya ikon legendaris layar lebar melainkan juga seorang komposer musik klasik berdedikasi puluhan tahun yang karya-karyanya beresonansi secara universal. Selamat!