
MAKASSAR – Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni melontarkan candaan yang menarik perhatian jelang laga final melawan Spanyol. Menurutnya, satu-satunya cara menghentikan bintang muda La Furia Roja, Lamine Yamal, adalah dengan “menguncinya di kamar”.
Pernyataan itu disampaikan Scaloni sebagai bentuk pujian atas kualitas pemain berusia 17 tahun tersebut yang tampil impresif sepanjang turnamen. Ia mengakui Yamal merupakan pemain dengan kemampuan luar biasa dan sangat sulit dihentikan.
“Bagaimana cara menghentikan Yamal? Saya berharap kami bisa mengunci Yamal di kamarnya. Lamine Yamal adalah pemain yang benar-benar luar biasa. Anak ini adalah harta karun bagi sepak bola, dan dia masih sangat muda, dengan begitu banyak hal yang bisa ditawarkan,” ujar Scaloni kepada DAZN.
Scaloni menilai Yamal memiliki masa depan yang sangat cerah bersama Timnas Spanyol. Bahkan, ia menyamakan gaya permainan sang winger Barcelona dengan Lionel Messi karena sama-sama mampu membuat perbedaan di lapangan.
“Dia adalah talenta yang akan membawa banyak kegembiraan bagi Spanyol di masa depan, tetapi kami berharap itu tidak akan terjadi pada hari Minggu. Dia seperti Messi, sangat sulit untuk dihentikan,” lanjutnya.
Laga final antara Argentina dan Spanyol diprediksi berlangsung sengit. Salah satu perhatian utama Albiceleste tentu tertuju pada pergerakan Lamine Yamal yang menjadi motor serangan Spanyol sepanjang turnamen.
Meski berkelakar soal “mengunci di kamar”, pernyataan Scaloni menunjukkan besarnya rasa hormat terhadap kemampuan pemain muda tersebut. Bagi pelatih yang sukses membawa Argentina meraih gelar juara dunia itu, Yamal merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki sepak bola saat ini.








