Ingin tahu Cara Cek Desil Keluarga di DTSEN via NIK untuk keperluan bansos Juli 2026? Berikut panduan lengkap, langkah demi langkah, beserta penjelasan arti desil, cara memperbaiki data yang salah, dan sumber resmi yang bisa Anda percaya sepenuhnya.
Catatan penting di awal: cara cek desil keluarga di DTSEN via NIK khusus untuk Juli 2026 belum diumumkan secara terpisah dan lengkap oleh Kementerian Sosial. Prosedur di bawah ini mengacu pada sistem cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi Cek Bansos yang berlaku hingga pertengahan Juli 2026, dan kemungkinan besar masih berlaku pada saat Anda membaca artikel ini. Meski demikian, data desil dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga Anda tetap disarankan mengecek pengumuman resmi terbaru dari Kemensos atau DTKS sebelum mengambil keputusan penting terkait bansos.
Cara Cek Desil Keluarga di DTSEN via NIK 2026: Cepat, Mudah, dan Resmi Lewat HP
Bagi jutaan keluarga di Indonesia, satu angka kecil bernama desil menentukan besar kecilnya peluang mereka menerima bantuan sosial dari pemerintah. Desil adalah sistem pemeringkatan kesejahteraan yang membagi seluruh keluarga di Indonesia ke dalam sepuluh kelompok, dari yang paling membutuhkan hingga yang paling mampu secara ekonomi. Posisi desil inilah yang menjadi salah satu dasar utama Kementerian Sosial dalam menentukan siapa yang berhak menerima Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, bantuan iuran BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran, dan berbagai skema bantuan lain.
Mengetahui posisi desil keluarga sendiri menjadi penting karena beberapa alasan praktis. Pertama, banyak keluarga yang sebenarnya layak menerima bantuan tetapi tidak pernah mengecek statusnya, sehingga tidak pernah mengajukan diri saat ada program baru dibuka. Kedua, tidak sedikit pula keluarga yang datanya sudah tidak sesuai dengan kondisi ekonomi terkini, misalnya karena perubahan pekerjaan, kematian pencari nafkah, atau justru peningkatan penghasilan, sehingga desil yang tercatat perlu dikoreksi. Ketiga, mengecek desil secara mandiri membantu masyarakat memahami mengapa mereka lolos atau tidak lolos sebagai penerima suatu program, sehingga tidak mudah termakan informasi keliru yang beredar di media sosial maupun grup WhatsApp.
Sekali lagi perlu ditegaskan, seluruh langkah teknis dalam artikel ini disusun berdasarkan sistem yang berjalan pada Juli 2026. Kemensos dapat saja melakukan penyesuaian tampilan situs, mekanisme verifikasi, atau kebijakan pemeringkatan tanpa pemberitahuan jauh-jauh hari, sehingga pembaca tetap perlu memverifikasi ke kanal resmi apabila menemukan perbedaan dengan apa yang dijelaskan di sini.
Pengertian DTSEN dan Hubungannya dengan Desil
DTSEN adalah singkatan dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yaitu basis data tunggal yang digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi sosial ekonomi seluruh keluarga di Indonesia. DTSEN lahir dari penggabungan beberapa sumber data yang sebelumnya berjalan terpisah, yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS yang dikelola Kementerian Sosial, Registrasi Sosial Ekonomi atau Regsosek yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik, serta data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem atau P3KE. Ketiga sumber data tersebut kemudian dipadankan dengan data kependudukan agar setiap individu dapat diidentifikasi secara akurat melalui Nomor Induk Kependudukan.
Penggabungan ini dilakukan agar pemerintah memiliki satu acuan tunggal dalam menyalurkan bantuan sosial, sehingga mengurangi risiko data ganda, data fiktif, maupun kesalahan sasaran yang selama ini sering terjadi ketika masing-masing kementerian atau lembaga memiliki basis data sendiri-sendiri. Dengan adanya DTSEN, satu keluarga hanya memiliki satu profil kesejahteraan yang dipakai bersama oleh berbagai program bantuan, mulai dari program di bawah Kementerian Sosial hingga program subsidi dan bantuan dari kementerian atau lembaga lain yang menggunakan basis data yang sama.
Di dalam DTSEN, setiap keluarga tidak hanya dicatat identitasnya, tetapi juga diberi peringkat kesejahteraan berupa desil. Desil dihitung menggunakan berbagai indikator sosial ekonomi yang mencakup kondisi individu seperti jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, dan status kesehatan anggota keluarga, kondisi tempat tinggal seperti jenis lantai dan dinding rumah, sumber penerangan, akses air bersih, serta kepemilikan aset seperti kendaraan, tanah, atau ternak. Seluruh indikator ini diolah oleh Badan Pusat Statistik menjadi sebuah skor kesejahteraan, kemudian skor tersebut digunakan untuk mengurutkan seluruh keluarga di Indonesia dari yang paling rentan secara ekonomi hingga yang paling mapan, lalu dibagi rata ke dalam sepuluh kelompok yang disebut desil.
Perlu dipahami bahwa desil bersifat dinamis, bukan status permanen. Artinya, posisi desil seseorang bisa naik maupun turun mengikuti perubahan kondisi ekonomi keluarga yang bersangkutan, hasil pemutakhiran data oleh pemerintah daerah, maupun hasil survei lapangan yang dikenal dengan istilah ground check. Karena sifatnya yang terus diperbarui, satu keluarga yang hari ini berada di desil 3 misalnya, bisa saja bergeser ke desil 4 atau justru turun ke desil 2 pada periode pemutakhiran berikutnya, tergantung perubahan nyata di lapangan.
Cara Cek Desil Keluarga via NIK di DTSEN
Sejauh sistem yang berlaku hingga Juli 2026, cara paling mudah dan resmi untuk mengecek desil keluarga adalah melalui situs cek bansos milik Kementerian Sosial. Berikut langkah-langkahnya secara lengkap.
Melalui Situs Resmi di Peramban (Browser)
Buka peramban di ponsel atau komputer, baik Chrome, Safari, maupun peramban lain, lalu kunjungi laman resmi cekbansos.kemensos.go.id. Pastikan Anda mengetik alamat ini secara langsung, bukan melalui tautan yang dibagikan sembarangan di grup WhatsApp atau media sosial, untuk menghindari situs tiruan yang berpotensi menyalahgunakan data pribadi.
Cari kolom pencarian berdasarkan NIK. Beberapa versi tampilan situs menyediakan menu khusus bertuliskan Pencarian Berdasarkan NIK, sementara versi lain langsung menampilkan kolom NIK di halaman utama.
Masukkan NIK sebanyak enam belas digit sesuai yang tertera di Kartu Tanda Penduduk. Pastikan tidak ada digit yang tertukar atau kurang, karena kesalahan satu digit saja akan membuat sistem tidak menemukan data.
Isi kode verifikasi atau captcha yang tampil di layar. Jika huruf atau angka pada kode kurang jelas terbaca, klik ikon refresh atau penyegar yang biasanya berada di sebelah kotak kode untuk mendapatkan kode baru yang lebih jelas.
Klik tombol Cari Data.
Tunggu beberapa detik hingga sistem memproses permintaan. Jika NIK yang dimasukkan terdaftar dalam DTSEN, sistem akan menampilkan informasi berupa nama lengkap, kelompok desil yang tercatat, serta status sebagai penerima bansos beserta jenis bantuan yang diterima jika ada.
Perhatikan kolom desil yang biasanya terletak berdampingan dengan nama pada tabel hasil pencarian. Angka pada kolom inilah yang menunjukkan posisi kesejahteraan keluarga Anda dalam DTSEN, mulai dari desil 1 hingga desil 10.
Melalui Aplikasi Cek Bansos di Ponsel
Selain melalui situs, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi bernama Cek Bansos yang bisa diunduh melalui Play Store untuk pengguna Android maupun App Store untuk pengguna iOS. Langkah penggunaannya sebagai berikut.
Unduh dan pasang aplikasi Cek Bansos, pastikan aplikasi tersebut benar-benar dikembangkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk menghindari aplikasi palsu yang meniru nama serupa.
Lakukan registrasi menggunakan nomor telepon aktif, lalu verifikasi akun melalui kode OTP yang dikirim melalui SMS.
Setelah berhasil masuk, cari menu pencarian data penerima manfaat atau menu serupa yang memungkinkan pencarian berdasarkan NIK.
Masukkan NIK, lalu jalankan pencarian.
Sistem akan menampilkan informasi status kepesertaan, kelompok desil, serta riwayat bantuan yang pernah maupun sedang diterima.
Aplikasi ini juga memiliki fungsi tambahan berupa pengajuan usulan sebagai calon penerima bansos serta fitur sanggah data, yang akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian solusi di bawah.
Melalui Kantor Desa atau Kelurahan
Bagi masyarakat yang kesulitan mengakses internet atau kurang terbiasa menggunakan situs maupun aplikasi, pengecekan desil juga bisa dilakukan secara langsung dengan mendatangi kantor desa atau kelurahan. Petugas operator yang memegang akses ke Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation, atau biasa disingkat SIKS-NG, dapat membantu mengecek status DTSEN dan posisi desil dengan membawa KTP asli dan Kartu Keluarga. Cara ini cukup membantu terutama bagi lansia atau warga di daerah dengan akses internet terbatas.
Perlu diingat kembali, data desil dapat berubah. Selalu cek pengumuman resmi dari Kemensos apabila hasil yang Anda peroleh terasa janggal atau berbeda jauh dari kondisi ekonomi sebenarnya.
Arti Desil 1-10 dan Implikasinya untuk Bansos
Setiap desil mewakili sekitar sepuluh persen dari total keluarga yang tercatat dalam DTSEN, diurutkan dari kondisi ekonomi paling rentan hingga paling mapan. Semakin kecil angka desilnya, semakin rendah tingkat kesejahteraan yang tercatat, dan semakin besar pula peluang keluarga tersebut menjadi sasaran bantuan sosial.
Desil
Deskripsi Umum
Peluang Menerima Bansos
1
Kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah, kerap dikategorikan miskin ekstrem
Sangat tinggi, prioritas utama PKH dan BPNT
2
Sepuluh persen di atas desil 1, tergolong miskin
Tinggi, umumnya masuk sasaran PKH dan BPNT
3
Kelompok rentan miskin
Cukup tinggi, sering menjadi sasaran BPNT
4
Batas atas kelompok kurang mampu
Masih berpeluang, tergantung kuota dan kebijakan daerah
5
Kelompok menengah bawah
Peluang terbatas, umumnya di luar sasaran utama
6
Kelompok menengah
Umumnya tidak menjadi sasaran bansos reguler
7
Kelompok menengah stabil
Tidak menjadi sasaran bansos reguler
8
Kelompok menengah atas
Tidak menjadi sasaran bansos reguler
9
Kelompok mampu
Tidak menjadi sasaran bansos
10
Kelompok paling sejahtera secara ekonomi
Tidak menjadi sasaran bansos
Sebagai gambaran umum, kelompok desil 1 sampai desil 4 sering disebut sebagai kelompok empat puluh persen terbawah, yang menjadi fokus utama program Kemensos seperti PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai. Sementara itu, beberapa program dengan kuota terbatas seperti BPNT pada periode tertentu hanya menyasar hingga desil 4, sehingga keluarga di desil 5 ke atas umumnya tidak lagi masuk sasaran meskipun secara ekonomi masih tergolong pas-pasan.
Penting dipahami bahwa desil bukan satu-satunya penentu kelulusan sebagai penerima bansos. Faktor lain seperti kuota anggaran daerah, hasil musyawarah desa atau kelurahan, ketersediaan program pada periode berjalan, serta kelengkapan data pendukung juga turut memengaruhi apakah seseorang benar-benar ditetapkan sebagai penerima. Dengan kata lain, berada di desil rendah memperbesar peluang, namun tidak otomatis menjamin pencairan bantuan.
Solusi Jika Desil Tidak Muncul atau Tidak Sesuai
Ada dua situasi umum yang sering dikeluhkan masyarakat, yaitu data tidak ditemukan sama sekali saat dicari menggunakan NIK, atau data ditemukan tetapi desil yang tercatat terasa tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga sebenarnya.
Jika Data Tidak Ditemukan
Apabila NIK yang dimasukkan tidak menampilkan hasil apa pun, kemungkinan besar keluarga tersebut belum terdaftar sama sekali dalam DTSEN. Langkah yang bisa ditempuh sebagai berikut.
Buka aplikasi Cek Bansos, lalu pilih menu Daftar Usulan atau Tambah Usulan.
Isi formulir pendaftaran yang meminta data NIK, nomor Kartu Keluarga, nama lengkap, alamat, serta jenis bantuan yang ingin diajukan.
Unggah foto KTP dan swafoto sesuai instruksi pada aplikasi.
Kirim pengajuan, lalu tunggu proses verifikasi dari pihak Kemensos maupun pemerintah daerah setempat.
Sebagai alternatif, datangi langsung kantor desa atau kelurahan untuk meminta pendataan awal oleh operator SIKS-NG.
Jika Desil Tercatat Tidak Sesuai
Apabila desil yang muncul dirasa terlalu tinggi dibandingkan kondisi ekonomi riil, atau sebaliknya keluarga sudah tidak lagi tergolong rentan namun masih tercatat di desil rendah, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau pembaruan data melalui beberapa jalur berikut.
Melalui aplikasi Cek Bansos, cari menu Usul Sanggah, lalu isi formulir yang menjelaskan kondisi ekonomi keluarga secara faktual dan spesifik, disertai unggahan bukti pendukung seperti foto kondisi rumah.
Melalui kantor desa atau kelurahan, sampaikan kepada petugas bahwa Anda ingin mengajukan pembaruan data di DTSEN. Petugas akan mencatat permohonan melalui sistem SIKS-NG.
Untuk kasus yang memerlukan penetapan lebih kuat, biasanya perubahan data akan dibawa ke forum Musyawarah Desa atau Musyawarah Kelurahan, di mana kondisi keluarga dibahas dan disepakati bersama oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Setelah usulan tercatat, petugas pendamping sosial umumnya akan melakukan verifikasi lapangan atau ground check untuk memastikan kondisi yang dilaporkan sesuai kenyataan.
Hasil verifikasi kemudian disinkronkan ke pusat data dan dihitung ulang oleh Badan Pusat Statistik sebagai bagian dari pemutakhiran DTSEN secara berkala.
Proses pembaruan data umumnya tidak instan. Berdasarkan siklus pemutakhiran yang berlaku, pengumpulan usulan data biasanya dilakukan pada awal bulan, verifikasi kelayakan oleh pemerintah daerah dilakukan pada pertengahan bulan, dan pengesahan hasil pemutakhiran oleh Kemensos dilakukan pada akhir bulan atau awal bulan berikutnya. Dengan demikian, wajar apabila perubahan desil baru terlihat pada periode satu hingga dua bulan setelah pengajuan, tergantung kecepatan verifikasi di masing-masing daerah.
Ingat kembali bahwa data desil dapat berubah kapan saja mengikuti hasil pemutakhiran. Selalu cek pengumuman resmi dari Kemensos untuk memastikan status terkini keluarga Anda.
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Verifikasi Desil
Agar proses pengecekan maupun pengajuan sanggahan berjalan lancar, siapkan dokumen berikut sebelum mendatangi kantor desa, kelurahan, atau mengisi formulir di aplikasi.
Kartu Tanda Penduduk atau KTP asli beserta fotokopinya, sebagai dasar validasi NIK.
Kartu Keluarga atau KK asli beserta fotokopinya, untuk memastikan seluruh anggota keluarga tercatat dengan benar.
Surat Keterangan Tidak Mampu atau SKTM dari RT, RW, atau kelurahan, apabila tersedia dan diperlukan sebagai bukti pendukung kondisi ekonomi.
Foto kondisi rumah terkini, termasuk bagian dalam dan luar rumah, untuk mendukung penilaian kondisi tempat tinggal.
Bukti penghasilan atau keterangan pekerjaan, baik berupa slip gaji, surat keterangan usaha, maupun keterangan tidak bekerja dari RT setempat.
Nomor telepon aktif, karena beberapa proses verifikasi memerlukan konfirmasi melalui SMS atau panggilan.
Buku tabungan atau rekening bank apabila diminta, terutama untuk keperluan pencairan bantuan setelah dinyatakan lolos sebagai penerima.
Dokumen tambahan sesuai permintaan petugas desa, misalnya surat keterangan disabilitas, surat keterangan janda atau duda, maupun dokumen lain yang relevan dengan kondisi keluarga.
Membawa dokumen yang lengkap sejak awal akan mempercepat proses verifikasi dan mengurangi risiko pengajuan tertunda karena kekurangan berkas.
Tips Agar Data Desil Keluarga Akurat
Berikut beberapa tips praktis yang dapat membantu memastikan data desil keluarga Anda mencerminkan kondisi sebenarnya.
Selalu perbarui data kependudukan di Dukcapil, terutama jika terjadi perubahan alamat, status pekerjaan, atau susunan anggota keluarga, karena DTSEN memadankan data langsung dengan data kependudukan.
Laporkan perubahan kondisi ekonomi secara proaktif, baik saat kondisi memburuk maupun membaik, kepada RT, RW, atau operator desa, jangan menunggu ditanya.
Ikuti kegiatan pendataan yang diadakan pemerintah desa atau kelurahan, seperti survei sosial ekonomi maupun pemutakhiran data tahunan.
Simpan bukti fisik kondisi rumah dan aset secara berkala, misalnya foto rumah, agar mudah digunakan sebagai bukti pendukung saat mengajukan sanggahan.
Cek status desil secara rutin, minimal setiap ada pengumuman pembukaan program bansos baru, agar Anda mengetahui perubahan posisi lebih awal.
Pastikan nomor telepon yang terdaftar di aplikasi Cek Bansos maupun di data desa masih aktif, karena verifikasi sering dilakukan melalui SMS atau panggilan telepon.
Hindari memberikan data tidak jujur, baik melebih-lebihkan maupun mengecilkan kondisi ekonomi, karena verifikasi lapangan tetap akan dilakukan dan data yang tidak sesuai justru berisiko membuat pengajuan ditolak.
Libatkan tokoh masyarakat setempat, seperti ketua RT atau kader posyandu, karena mereka sering menjadi saksi dalam proses musyawarah desa yang menentukan validitas data.
Manfaatkan momentum musyawarah desa atau kelurahan, karena keputusan yang dihasilkan dari forum ini biasanya memiliki bobot validitas lebih tinggi dibandingkan pengajuan mandiri melalui aplikasi.
Pantau perkembangan pengajuan secara berkala melalui aplikasi Cek Bansos, agar Anda mengetahui apakah usulan sudah diproses, masih menunggu verifikasi, atau memerlukan kelengkapan tambahan.
Kesalahan Umum Saat Mengecek Desil di DTSEN
Beberapa kesalahan berikut sering membuat masyarakat gagal mendapatkan hasil pencarian atau salah memahami informasi yang muncul di layar.
Salah memasukkan digit NIK, baik tertukar urutan maupun kurang satu digit, sehingga sistem tidak menemukan data padahal sebenarnya sudah terdaftar.
Mengakses situs melalui tautan tidak resmi yang dibagikan di grup WhatsApp atau media sosial, yang berisiko mengarah ke situs tiruan dan membahayakan data pribadi.
Mengira desil sebagai status kelulusan bansos secara langsung, padahal desil hanyalah salah satu indikator, bukan jaminan otomatis pencairan bantuan.
Tidak memperhatikan kode captcha dengan teliti, sehingga pencarian gagal berulang kali dan dikira situs sedang bermasalah.
Menganggap desil bersifat permanen, padahal data ini terus dimutakhirkan sehingga posisi desil bisa berubah dari waktu ke waktu.
Panik dan langsung menyimpulkan tidak akan pernah mendapat bantuan hanya karena desil tercatat di angka menengah, padahal masih ada peluang melalui pengajuan sanggahan dan pemutakhiran data.
Tidak menyimpan bukti pengajuan sanggahan, sehingga sulit melakukan tindak lanjut apabila proses verifikasi memakan waktu lama.
Mengabaikan pentingnya kesesuaian data antara KTP, Kartu Keluarga, dan kondisi riil di lapangan, padahal ketidaksesuaian data administratif dapat memperlambat proses pemutakhiran maupun pencairan bantuan.
Kesimpulan
Mengecek desil keluarga di DTSEN melalui NIK sebenarnya merupakan proses yang cukup sederhana, baik melalui situs cekbansos.kemensos.go.id, aplikasi Cek Bansos, maupun secara langsung di kantor desa dan kelurahan. Yang perlu dipahami lebih dalam justru adalah makna di balik angka desil itu sendiri, bagaimana desil memengaruhi peluang menerima berbagai program bantuan sosial, serta langkah yang harus ditempuh apabila data yang tercatat ternyata tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.
Karena sistem DTSEN terus dimutakhirkan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik bersama Kementerian Sosial, penting bagi setiap keluarga untuk aktif memantau statusnya sendiri, melengkapi dokumen pendukung, serta segera mengajukan sanggahan apabila menemukan data yang keliru. Dengan begitu, penyaluran bantuan sosial diharapkan dapat lebih tepat sasaran, dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat hanya karena data yang belum diperbarui.
Sekali lagi, cara cek desil keluarga di DTSEN via NIK untuk Juli 2026 secara spesifik belum diumumkan sebagai mekanisme baru oleh Kemensos, sehingga panduan di atas mengacu pada sistem yang berjalan hingga saat artikel ini ditulis. Data desil dapat berubah kapan saja, jadi selalu luangkan waktu untuk mengecek pengumuman resmi terbaru dari Kemensos atau DTKS sebelum mengambil keputusan penting terkait bantuan sosial.
Jika artikel ini membantu Anda memahami cara cek desil dan mengurus data DTSEN, silakan simpan halaman ini agar mudah diakses kembali, atau bagikan kepada keluarga dan tetangga yang mungkin masih bingung mengenai status bansos mereka.
Sumber Referensi Resmi
Kementerian Sosial Republik Indonesia, laman resmi Cek Bansos:
Kementerian Sosial Republik Indonesia, situs utama:
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Kementerian Sosial:
Badan Pusat Statistik, sebagai pengelola pemutakhiran data DTSEN:
FAQ
Bagaimana cara cek desil via NIK di DTSEN?
Buka situs cekbansos.kemensos.go.id, masukkan NIK enam belas digit sesuai KTP, isi kode captcha, lalu klik Cari Data. Sistem akan menampilkan nama, kelompok desil, dan status penerima bansos jika data Anda terdaftar. Cara yang sama juga tersedia melalui aplikasi Cek Bansos di ponsel.
Apa arti desil 1-5 untuk bansos?
Desil 1 hingga 4 umumnya menjadi sasaran utama program seperti PKH dan BPNT karena tergolong kelompok empat puluh persen terbawah secara ekonomi. Desil 5 berada di batas menengah bawah, sehingga peluangnya lebih terbatas dan tergantung pada kebijakan serta kuota program yang berjalan pada periode tersebut.
Kenapa desil keluarga saya tidak muncul saat dicek?
Kemungkinan besar karena keluarga tersebut belum terdaftar dalam DTSEN, NIK yang dimasukkan keliru, atau terjadi gangguan sementara pada sistem. Jika NIK sudah dipastikan benar namun data tetap tidak muncul, segera daftarkan diri melalui menu usulan di aplikasi Cek Bansos atau datangi kantor desa dan kelurahan setempat.
Berapa lama proses update data desil?
Proses pemutakhiran umumnya berjalan dalam siklus bulanan, mulai dari pengumpulan usulan, verifikasi oleh pemerintah daerah, hingga pengesahan oleh Kemensos, sehingga perubahan biasanya baru terlihat dalam rentang satu sampai dua bulan setelah pengajuan, tergantung kecepatan verifikasi di masing-masing daerah.
Apakah desil bisa diubah sendiri secara online tanpa verifikasi lapangan?
Tidak. Pengajuan sanggahan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Cek Bansos, namun perubahan data tetap memerlukan verifikasi lapangan oleh petugas pendamping sosial dan umumnya juga dibahas dalam musyawarah desa atau kelurahan sebelum disahkan.