CANTIKA.COM, Jakarta – Belakangan ini ada satu kandungan eksfoliasi yang perlahan, tapi pasti mulai wara-wiri di lini produk kecantikan. Apa itu? Mandelic acid atau asam mandelik. Dahulu mandelic acid lebih sering ditemukan di klinik kecantikan, kini jadi primadona baru.
Bahan skincare ini diklaim jauh lebih lembut dibandingkan glycolic acid. Tapi, apakah benar-benar ramah buat kulit sensitif dan sepadan untuk masuk skincare routine kamu? Mari kita deep dive bareng-bareng menurut dokter kulit Mona Gohara.
Kenapa Mandelic Acid Diklaim Lebih Gentle dari Glycolic Acid?
Kalau kulitmu gampang memerah, perih, atau iritasi setiap kali pakai glycolic acid, mandelic acid bisa jadi penolong baru.
“Mandelic acid adalah jenis Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang diekstrak dari almond pahit. Fungsinya mengeksfoliasi permukaan kulit dengan cara melonggarkan ikatan antar sel-sel kulit mati,” jelas dr. Gohara dikutip dari Real Simple.
“Bayangkan mandelic acid sebagai sepupu glycolic acid yang lebih tenang dan calm. Keduanya menuju tujuan yang sama, tapi mandelic acid jalannya lebih santai,” tambah Dr. Gohara. Ibaratnya, glycolic acid itu lari sprint, mandelic acid itu jalan santai.
Ukuran molekul mandelic acid jauh lebih besar daripada glycolic acid. Alhasil, penetrasinya ke dalam lapisan kulit berlangsung lebih lambat dan bertahap. Hal inilah yang bikin risiko iritasinya jauh lebih rendah, sehingga aman dipakai kamu yang punya kulit sensitif.
Manfaat Mandelic Acid
Menurut dr. Gohara, mandelic acid memberikan manfaat mencerahkan yang hampir sama dengan glycolic acid, minus efek perihnya. Beberapa manfaat utamanya antara lain:
– Mencerahkan kulit kusam (glowing boost).
– Menghaluskan tekstur kulit yang kasar.
– Memudarkan bekas jerawat (PIH) dan hiperpigmentasi.
– Pembersih pori-pori agar tidak gampang tersumbat.
Tingkat penetrasi yang perlahan inilah yang menjadikannya opsi ideal untuk meraih kulit smooth dan bercahaya tanpa sensasi terbakar.
Siapa Saja yang Cocok Pakai Mandelic Acid?
Pada dasarnya, hampir semua jenis kulit bisa memakai mandelic acid, namun dr. Gohara sangat merekomendasikannya untuk pemilik kulit sensitif, kondisi kulit yang rentan rosacea, dan pemilik skin tone lebih gelap, yang biasanya lebih rentan kena iritasi atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi dari bahan yang keras.
Kalau kamu punya kondisi eksim aktif atau kulit yang bermasalah, tetap disarankan berkonsultasi dulu dengan dokter kulit sebelum mencoba eksfolian baru.
Cara Pakai Mandelic Acid dalam Rutinitas Harian
Agar hasilnya optimal tanpa bikin skin barrier terganggu, ikuti panduan simpel dari Dr. Gohara berikut:
– Mulai Bertahap: Gunakan setelah membersihkan wajah sebanyak 2–3 malam dalam seminggu, lalu kunci dengan pelembap (moisturizer).
– Jangan Ditumpuk (layering): Hindari memakai mandelic acid bersamaan dengan retinoid, BHA, atau jenis AHA lainnya dalam satu sesi skincare. Coba gunakan secara bergantian di malam yang berbeda.
Wajib Pakai Sunscreen: Semua jenis asam eksfoliasi dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Jangan pernah kelewatan pakai sunscreen di pagi dan siang hari!
Kapan Hasilnya Mulai Kelihatan?
Perlu kita ingat bersama, eksfoliasi butuh proses dan konsistensi.
2 – 4 Minggu: Kulit biasanya mulai kelihatan lebih cerah, segar, dan warna kulit lebih merata.
8 – 12 Minggu: Untuk menyamarkan bekas jerawat, memudarkan tekstur, dan merawat pori-pori, hasilnya baru akan terlihat lebih signifikan dengan pemakaian rutin.
Beri waktu kulit untuk beradaptasi, pakai skincare dengan kandungan mandelic acid secara teratur, dan jangan lupa kunci proteksinya dengan sunscreen!
Pilihan Editor: Prediksi Tren Skincare 2026, Eksfoliasi Lembut dan Formula Peptida Terbaru
REAL SIMPLE | SILVY RIANA PUTRI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.







