Jakarta –
Kamera smartphone kini bukan lagi sekadar alat untuk mengabadikan momen, tetapi juga menjadi perangkat utama untuk membuat vlog, konten media sosial, hingga merekam perjalanan. Karena itu, kemampuan merekam video menjadi salah satu pertimbangan penting ketika memilih smartphone flagship.
Samsung mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui Galaxy S26 Ultra. Tak hanya meningkatkan kualitas foto, perusahaan asal Korea Selatan itu juga membawa sejumlah pembaruan yang berfokus pada pengalaman merekam video.
Mulai dari peningkatan sensor kamera dengan bukaan lensa (aperture) yang lebih besar, kemampuan Nightography Video, hingga fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), Samsung Galaxy S26 Ultra membantu menghasilkan video yang lebih optimal di berbagai kondisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan berbagai pengalaman penggunaan yang dibagikan Samsung melalui Newsroom, demonstrasi fitur, serta liputan detikInet dan CNBC Indonesia, Galaxy S26 Ultra menunjukkan kemampuan yang menjanjikan untuk kebutuhan perekaman video sehari-hari.
Smartphone ini tidak hanya ditujukan bagi kreator konten profesional, tetapi juga pengguna yang ingin mengabadikan momen liburan, konser, hingga aktivitas harian dengan hasil yang lebih maksimal.
Lantas, seperti apa kemampuan kamera video Galaxy S26 Ultra dalam berbagai skenario penggunaan?
Apakah Galaxy S26 Ultra Cocok untuk Vlog Sehari-hari?
Salah satu tantangan saat merekam video menggunakan smartphone adalah menjaga kualitas gambar tetap konsisten ketika berpindah dari satu kondisi pencahayaan ke kondisi lainnya. Samsung menghadirkan sejumlah peningkatan pada Galaxy S26 Ultra agar proses tersebut dapat dilakukan dengan lebih baik.
Perangkat ini masih mengandalkan kamera utama 200 MP, tetapi kini dipadukan dengan sensor yang memiliki kemampuan menangkap cahaya lebih banyak. Samsung menyebut bukaan lensa kamera utama meningkat hingga 47% dibanding generasi sebelumnya.
Peningkatan ini membuat sensor memperoleh lebih banyak cahaya sehingga detail gambar tetap terjaga, baik saat berada di luar ruangan maupun ketika pencahayaan mulai berkurang.
Bagi pengguna yang gemar membuat vlog, perubahan tersebut memberi keuntungan tersendiri. Warna langit, pepohonan, hingga tekstur bangunan tetap terlihat natural tanpa harus melakukan banyak penyesuaian saat proses penyuntingan video.
Samsung juga mengombinasikan peningkatan hardware dengan pemrosesan gambar berbasis AI. Hasilnya, transisi warna tampak lebih halus, detail tetap terjaga, dan video terlihat lebih konsisten meski direkam dalam situasi yang berubah-ubah.
Dengan pendekatan tersebut, Galaxy S26 Ultra mampu menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan proses perekaman praktis tanpa harus membawa kamera tambahan.
Merekam Aktivitas Outdoor, Warna Tetap Hidup
Kemampuan kamera Galaxy S26 Ultra juga diperlihatkan saat digunakan mengabadikan berbagai destinasi wisata, salah satunya Gamcheon Culture Village di Busan, Korea Selatan.
Kawasan yang dijuluki ‘Santorini-nya Korea’ ini dikenal memiliki rumah-rumah berwarna cerah, mural artistik, serta gang-gang sempit yang menjadi favorit wisatawan. Kondisi seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi kamera smartphone karena harus mampu mempertahankan akurasi warna sekaligus detail objek di bawah cahaya matahari yang berubah-ubah.
Dalam pengalaman penggunaan yang dibagikan CNBC Indonesia, kamera Galaxy S26 Ultra mampu menangkap gradasi warna bangunan dengan baik. Detail ornamen dinding, jalanan, hingga panorama kota tetap terlihat jelas tanpa membuat warna tampak berlebihan.
Fleksibilitas kamera telefoto juga menjadi nilai tambah. Pengguna dapat mengambil detail bangunan atau objek yang berada cukup jauh tanpa harus mendekat, sehingga komposisi video menjadi lebih bervariasi.
Tips Pengambilan Video dari Samsung Master Andy Garcia
Untuk memaksimalkan tangkapan gambar, Samsung Master, Andy Garcia membagikan beberapa tips praktis:
– Manfaatkan Semua Lensa: Gunakan lensa Ultrawide untuk merekam lanskap pemandangan lanskap, kamera utama untuk aktivitas harian, serta lensa Telephoto ketika ingin memperbesar objek tanpa kehilangan detail atau kualitas gambar.
– Eksplorasi Sudut Pandang: Jangan terpaku pada satu sudut pengambilan gambar. Coba perspektif rendah (low angle), sejajar mata (eye level), atau dari posisi yang lebih tinggi untuk menghasilkan video yang terasa lebih dinamis.
– Perhatikan Komposisi Elemen: Garis bangunan, lorong, hingga elemen alami di sekitar lokasi dapat dimanfaatkan sebagai leading line agar perhatian penonton tetap terarah pada objek utama.
Bagaimana Hasil Video Galaxy S26 Ultra di Malam Hari?
Kamera Video Samsung Galaxy S26 Ultra Cocok buat Vlog-Travel Foto:Rizky Nur Amelia/detikINET |
Jika memotret atau merekam video pada siang hari relatif mudah dilakukan, kondisi berbeda ditemui ketika cahaya mulai berkurang. Noise, detail yang hilang, hingga warna yang kurang akurat masih menjadi tantangan bagi banyak kamera smartphone.
Samsung mencoba mengatasi persoalan tersebut melalui peningkatan Nightography Video pada Galaxy S26 Ultra.
Berkat sensor yang mampu menangkap lebih banyak cahaya dan dukungan pemrosesan AI, kamera dirancang menghasilkan video malam yang lebih terang tanpa menghilangkan karakter suasana di lokasi.
Kemampuan ini terlihat ketika Galaxy S26 Ultra digunakan untuk mengabadikan suasana malam di Hanoi, Vietnam. Dalam kondisi kota yang diselimuti kabut tipis, kamera masih mampu mempertahankan detail lampu jalan, arsitektur bangunan, hingga pantulan cahaya di permukaan jalan. Warna malam tetap terlihat natural tanpa dominasi noise yang berlebihan.
Kondisi serupa juga ditemui saat merekam konser atau pertunjukan musik. Perubahan cahaya panggung yang sangat cepat sering kali membuat kamera smartphone kesulitan menjaga fokus dan eksposur.
Melalui peningkatan Nightography Video, Galaxy S26 Ultra berupaya mempertahankan detail objek ketika lampu panggung berganti warna maupun saat intensitas cahaya berubah drastis. Dengan demikian, wajah penyanyi maupun suasana panggung tetap dapat direkam lebih jelas dibanding kondisi minim cahaya pada umumnya.
Bagi pengguna yang gemar menghadiri konser, festival musik, atau sekadar mengabadikan suasana kota pada malam hari, peningkatan ini menjadi salah satu nilai jual utama Galaxy S26 Ultra. Pengguna tidak perlu terlalu khawatir hasil video akan dipenuhi noise atau kehilangan detail hanya karena kondisi pencahayaan yang menantang.
Zoom Tetap Tajam untuk Rekam Momen dari Jarak Jauh
Selain kamera utama, kemampuan zoom menjadi salah satu aspek yang diperkuat Samsung pada Galaxy S26 Ultra. Fitur ini berguna ketika pengguna tidak bisa mendekati objek, misalnya saat berada di konser, mengabadikan pertunjukan, atau merekam landmark ketika sedang berwisata.
Samsung menyebut sistem kamera telefoto Galaxy S26 Ultra dirancang untuk mempertahankan detail gambar saat melakukan pembesaran. Dukungan AI juga membantu menghasilkan video yang tetap terlihat jelas meski objek berada cukup jauh dari posisi pengguna.
Kemampuan ini menjadi solusi ketika ingin merekam momen tanpa harus berpindah tempat. Misalnya saat berada di tribun konser, pengguna tetap bisa menangkap ekspresi penyanyi atau detail panggung dengan lebih baik dibanding hanya mengandalkan pembesaran digital biasa.
Hal serupa juga berlaku ketika menjelajahi destinasi wisata. Saat mengunjungi bangunan bersejarah atau area yang tidak bisa didekati, kamera telefoto memberi keleluasaan mengambil detail arsitektur maupun lanskap tanpa harus mengurangi kualitas gambar secara signifikan.
Bagi kreator konten, kombinasi kamera utama, ultrawide, dan telefoto membuat proses pengambilan footage terasa lebih fleksibel. Satu perangkat sudah cukup untuk menghasilkan berbagai variasi komposisi video, mulai dari sudut lebar hingga close-up.
Audio Lebih Bersih di Tempat Ramai Berkat Audio Eraser
Selain kualitas gambar, audio juga menjadi faktor penting dalam sebuah video. Sering kali suara kendaraan, angin, atau keramaian membuat percakapan sulit terdengar sehingga mengurangi kualitas hasil rekaman.
Samsung menghadirkan pembaruan pada Audio Eraser di Galaxy S26 Series untuk membantu mengatasi kondisi tersebut. Berbeda dari generasi sebelumnya yang bekerja setelah video direkam, Audio Eraser kini mampu memproses suara secara lebih cepat sehingga pengguna dapat langsung mengurangi kebisingan saat proses penyuntingan dengan lebih praktis.
Teknologi berbasis AI ini mampu mengenali beberapa jenis suara dalam video, seperti percakapan, musik, suara angin, hingga kebisingan di sekitar. Pengguna dapat menyesuaikan masing-masing elemen audio agar suara utama terdengar lebih jelas tanpa harus menggunakan aplikasi pengedit video tambahan.
Samsung juga melengkapi fitur tersebut dengan Voice Focus, yang membantu memperjelas suara pembicara ketika berada di lingkungan ramai. Fitur ini berguna untuk merekam vlog di tempat wisata, liputan acara, hingga video saat menghadiri konser atau festival.
Bagi kreator konten yang sering mengunggah video ke media sosial, peningkatan Audio Eraser memberikan proses editing yang lebih ringkas karena kualitas suara dapat diperbaiki langsung dari perangkat.
Apakah Galaxy S26 Ultra Cocok untuk Kreator Konten Profesional?
Galaxy S26 Ultra tidak hanya ditujukan bagi pengguna yang ingin merekam video untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mulai menyasar kreator konten yang membutuhkan fleksibilitas lebih saat proses produksi.
Salah satu fitur yang mendukung kebutuhan tersebut adalah LOG Video. Format ini memungkinkan kamera merekam dengan rentang warna yang lebih luas sehingga memberikan keleluasaan saat melakukan color grading pada tahap penyuntingan.
Keunggulan LOG Video terasa ketika kreator ingin menyamakan warna dari beberapa klip atau menciptakan karakter visual tertentu. Dibanding mode perekaman standar, format ini menyimpan lebih banyak informasi gambar sehingga hasil akhir dapat diolah sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, bagi pengguna yang tidak ingin repot mengedit, mode video standar Galaxy S26 Ultra sudah mampu menghasilkan warna yang natural berkat dukungan pemrosesan Galaxy AI. Artinya, smartphone ini dapat digunakan oleh dua tipe pengguna sekaligus: mereka yang menginginkan hasil instan maupun kreator yang membutuhkan kontrol lebih besar saat pascaproduksi.
Dibanding iPhone 17 Pro Max, Apa Bedanya?
Persaingan smartphone flagship tidak lepas dari perbandingan antara Galaxy S26 Ultra dan iPhone 17 Pro Max, terutama di sektor kamera.
Berdasarkan komparasi yang dimuat CNN Indonesia, keduanya sama-sama menawarkan kemampuan video yang mumpuni, tetapi memiliki pendekatan berbeda:
– Iphone 17 Pro Max masih menjadi pilihan bagi pengguna yang mengandalkan ekosistem perangkatnya, termasuk dukungan format ProRes untuk kebutuhan produksi video profesional.
– Samsung Galaxy S26 Ultra lebih menonjolkan kombinasi kemampuan zoom, peningkatan Nightography Video, serta fitur AI seperti Audio Eraser yang dirancang untuk membantu menghasilkan video lebih optimal dalam berbagai situasi.
Dengan pendekatan tersebut, Galaxy S26 Ultra menawarkan fleksibilitas yang menarik bagi pengguna yang sering membuat konten perjalanan, merekam konser, atau mendokumentasikan aktivitas sehari-hari menggunakan satu perangkat.
Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Melihat berbagai peningkatan yang dihadirkan Samsung, Galaxy S26 Ultra menawarkan sejumlah keunggulan untuk kebutuhan perekaman video.
Kelebihan
Bukaan lensa lebih besar sehingga membantu menghasilkan video lebih terang, terutama pada kondisi minim cahaya.
Nightography Video mampu meningkatkan kualitas rekaman malam dengan detail yang tetap terjaga.
Kamera telefoto mendukung pengambilan gambar dari jarak jauh tanpa mengorbankan detail secara signifikan.
Audio Eraser berbasis AI membantu mengurangi suara bising agar percakapan terdengar lebih jelas.
Dukungan LOG Video memberi fleksibilitas lebih bagi kreator konten yang melakukan proses color grading.
Kombinasi kamera utama, ultrawide, dan telefoto cocok untuk kebutuhan vlog, travel, hingga dokumentasi konser.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Perekaman video beresolusi tinggi menghasilkan ukuran file yang lebih besar sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang memadai.
LOG Video akan lebih optimal bagi pengguna yang terbiasa melakukan proses editing dan color grading.
Beberapa fitur AI bekerja paling optimal pada kondisi dan skenario penggunaan tertentu.
Kesimpulan
Melalui Galaxy S26 Ultra, Samsung tidak hanya meningkatkan kualitas kamera dari sisi spesifikasi, tetapi juga memperluas pengalaman pengguna saat merekam video di berbagai situasi.
Peningkatan aperture hingga 47%, kemampuan Nightography Video, sistem kamera telefoto, dukungan LOG Video, hingga pembaruan Audio Eraser menunjukkan bahwa Samsung berupaya menghadirkan perangkat yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna modern, mulai dari membuat vlog, merekam perjalanan, mengabadikan konser, hingga menghasilkan konten untuk media sosial.
Bagi pengguna yang menginginkan smartphone flagship dengan kemampuan video yang serbaguna, Galaxy S26 Ultra menawarkan kombinasi fitur yang layak dipertimbangkan. Dukungan AI yang semakin luas juga membuat proses pengambilan hingga penyuntingan video menjadi lebih praktis tanpa harus bergantung pada banyak perangkat tambahan.
FAQ
Apakah Galaxy S26 Ultra cocok untuk membuat vlog?
Ya. Kamera utama beresolusi tinggi, dukungan ultrawide dan telefoto, serta pemrosesan AI membuat Galaxy S26 Ultra mampu menghasilkan video yang cocok untuk kebutuhan vlog maupun konten media sosial.
Bagaimana hasil video Galaxy S26 Ultra pada malam hari?
Samsung membekali Galaxy S26 Ultra dengan Nightography Video yang dirancang untuk membantu menghasilkan rekaman lebih terang dan tetap mempertahankan detail saat kondisi cahaya minim, seperti di konser atau suasana kota pada malam hari.
Apa fungsi Audio Eraser di Galaxy S26 Ultra?
Audio Eraser membantu mengurangi suara yang tidak diinginkan, seperti kebisingan kendaraan, angin, atau keramaian, sehingga suara utama dalam video terdengar lebih jelas.
Apakah Galaxy S26 Ultra mendukung perekaman video untuk kebutuhan profesional?
Ya. Galaxy S26 Ultra mendukung LOG Video yang memberikan fleksibilitas lebih saat proses color grading sehingga cocok bagi kreator konten maupun videografer yang ingin mengolah hasil rekaman lebih lanjut.
(ega/ega)









