Ubah Sampah Jadi Berkah, Cara PT CJI Tanamkan Karakter Siswa SDN Losari Jombang

banner
Siswa saat belajar mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos melalui program CJI Goes to School. (memoexpos.co)

JOMBANG – Mengubah perilaku anak-anak agar peduli lingkungan tidak cukup sekadar teori di dalam kelas. Berangkat dari semangat tersebut, PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) mengajak 120 siswa SDN Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, untuk belajar mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos melalui program CJI Goes to School.

Melalui pendekatan praktis ini, para siswa tidak hanya diajak memilah sampah, tetapi juga diajarkan bagaimana limbah dapur dan daun kering bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Tim Environment PT CJI, Wahyu, mengawali kegiatan dengan memberikan pemahaman dasar tentang cara memilah sampah dan mengurangi limbah organik.

Edukasi dilanjutkan dengan aksi nyata yang dipandu oleh Yusuf Edwin Saputra. Para siswa diajak merakit dan mempraktikkan penggunaan komposter secara langsung.

Dengan memegang dan mengolah sampah organik sendiri, para siswa mendapatkan pengalaman nyata bahwa sampah bukanlah sekadar kotoran yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali.

Selain praktik membuat kompos, siswa juga diajak memahami manfaat besarnya bagi bumi, seperti mengurangi beban TPA dengan cara memangkas volume sampah harian yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir.
Dan kemudian Mlmenyuburkan tanah, menghasilkan pupuk alami yang ramah lingkungan tanpa bahan kimia.

Kepala SDN Losari, Ustad Natsir, mengapresiasi langkah nyata PT CJI dalam membentuk karakter peserta didiknya. Menurutnya, edukasi seperti ini memberikan dampak jangka panjang bagi pola pikir anak-anak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT CJI yang telah hadir memberikan edukasi lingkungan kepada anak-anak kami. Ini ilmu yang sangat berharga dan diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Selasa (21/7).

Senada dengan hal tersebut, Department Head GA Safety PT CJI, Rudhik Siswanto, menegaskan bahwa penanaman kesadaran lingkungan memang harus dimulai dari usia sekolah dasar agar menjadi fondasi karakter saat mereka dewasa kelak.

“Anak-anak perlu memahami bahwa sampah organik bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat. Dengan begitu, mereka ikut berkontribusi mengurangi sampah sekaligus menjaga lingkungan,” kata Rudhik.

Melalui program CJI Goes to School ini PT CJI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi lingkungan ini ke sekolah-sekolah lain, guna mencetak generasi muda yang makin tanggap dan peduli terhadap kelestarian alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *