Realme Resmi Keluar dari Pasar China, Fokus di Pasar Global

banner

– Produsen smartphone China, Realme mengumumkan akan menyetop penjualannya di pasar domestik China, dan fokus di pasar global.

Hal ini dikonfirmasi Presiden Realme China, Xu Qi Chase dalam sebuah surat berbahasa Mandarin yang diunggah di platform media sosial Weibo

Chase mengatakan keputusan ini diambil agar perusahaan dapat memusatkan sumber daya untuk memperkuat ekspansi di pasar internasional, termasuk Eropa.

Baca juga: Oppo Siapkan Langkah Besar, OnePlus dan Realme Disebut Bakal Disatukan

“Belajar fokus membutuhkan keberanian yang besar. Hari ini saya mengumumkan bahwa Realme akan menghentikan bisnisnya di China untuk sementara waktu,” ujar Chase. 

“Ke depannya kami akan memusatkan sumber daya untuk mengembangkan pasar global, berfokus pada performa dan gaming,serta menghadirkan teknologi terdepan kepada pengguna di seluruh dunia,” imbuh Chase.

Meski menghentikan bisnis di China, Realme memastikan pengguna yang sudah memiliki perangkat di negara tersebut tidak perlu khawatir.

Penjualan produk yang masih tersedia, layanan purna jual, hingga garansi akan tetap ditangani oleh tim resmi Oppo.

Vice President sekaligus CMO Realme, Chase Xu, mengumumkan kehadiran Realme GT7 series dalam sebuah acara di Paris, Perancis, Selasa (27/5/2025). /RESKA K. NISTANTO Vice President sekaligus CMO Realme, Chase Xu, mengumumkan kehadiran Realme GT7 series dalam sebuah acara di Paris, Perancis, Selasa (27/5/2025).

Realme UI diganti

Selain menghentikan operasional di China, Realme juga mengumumkan perubahan besar pada perangkat lunaknya. Antarmuka (UI) Realme UI akan dihentikan dan digantikan oleh ColorOS, sistem operasi yang selama ini digunakan Oppo.

Pengguna Realme akan memperoleh pembaruan ke ColorOS setelah versi terbaru sistem operasi tersebut dirilis dan tersedia untuk perangkat masing-masing.

Baca juga: OnePlus Dikabarkan Tutup Operasi di AS dan Eropa Minggu Ini, Akhiri Merek Global?

Langkah ini sejalan dengan strategi Oppo yang sebelumnya juga mengintegrasikan sistem operasi OnePlus, OxygenOS, ke dalam ColorOS mulai Android 17.

“Ini adalah perubahan yang rasional bagi kami, dan kami sudah memikirnya secara matang. Terima kasih kepada para pengguna Realme di China dan berbagi perjalanannya bersama kami selama ini,” pungkas Chase. 

Chase tak mengumbar apakah ini benar-benar penghentian operasional di China secara permanen atau tidak. 

Ada kemungkinan ini hanya berlaku sementara waktu saja, lantaran Chase hanya menyebut “menjeda” operasional saja, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari 9to5Google, Jumat (17/7/2026).


berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung Plus sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *