5 Cara Membangun Keberanian Anak agar Berani Melapor Saat Mengalami Kekerasan

banner

KOMPAS.com – Keberanian anak untuk berbicara menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah dampak kekerasan yang lebih besar.

Ketika anak merasa aman untuk bercerita, orang tua maupun orang dewasa di sekitarnya dapat segera memberikan perlindungan dan pendampingan.

Psikolog klinis anak dan remaja Ocha Ananda Suherik, M.Psi., Psikolog mengatakan, membangun keberanian anak untuk melaporkan tindak kekerasan perlu dilakukan sejak dini melalui pola pengasuhan yang hangat, komunikasi terbuka, hingga edukasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

“Lingkungan yang aman secara emosional membuat anak lebih percaya bahwa mereka akan didengarkan ketika menghadapi masalah,” ujar Ocha dikutip dari ANTARA, Kamis (24/7/2026).

Lalu, bagaimana cara membantu anak agar berani melapor saat mengalami atau menyaksikan kekerasan?

Baca juga: Luangkan 10 Menit untuk Mindfulness, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Mental

1. Bangun komunikasi yang terbuka di rumah

Menurut Ocha, hubungan yang hangat dan responsif antara anak dengan orang tua atau pengasuh merupakan salah satu faktor pelindung paling kuat dalam mencegah kekerasan.

Karena itu, orang tua disarankan meluangkan waktu setiap hari untuk mendengarkan cerita anak, meski hanya tentang aktivitas sederhana di sekolah atau saat bermain.

Hindari langsung menghakimi, menyalahkan, atau terburu-buru memberikan solusi.

Ketika anak terbiasa merasa didengar, mereka akan lebih percaya diri untuk menceritakan persoalan yang lebih besar, termasuk jika mengalami kekerasan.

2. Dampingi anak saat menggunakan ruang digital

Seiring meningkatnya aktivitas anak di dunia digital, pendampingan orang tua juga menjadi semakin penting.

Ocha menyarankan agar orang tua mengajak anak berdiskusi mengenai konten yang mereka temui di internet.

Selain itu, anak perlu diajarkan pentingnya menjaga data pribadi, berhati-hati terhadap orang asing di dunia maya, serta mengenali interaksi yang berpotensi membahayakan.

Anak juga perlu mengetahui langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri, seperti memblokir akun, melaporkan konten yang tidak pantas, keluar dari percakapan yang membuat tidak nyaman, dan segera meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya.

3. Kenalkan berbagai bentuk kekerasan sejak dini

Edukasi mengenai kekerasan tidak hanya sebatas memberi tahu bahwa tindakan tersebut salah.


Anak juga perlu memahami bentuk-bentuk kekerasan yang mungkin mereka temui, baik secara fisik, verbal, emosional, maupun di ruang digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *