Cara Mudah Mendeteksi Suspensi Mobil Mulai Rusak

banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Suspensi atau shockbreaker merupakan salah satu komponen penting pada mobil yang berfungsi menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara.

Komponen tersebut bekerja menyerap guncangan saat kendaraan melintasi jalan berlubang, bergelombang, berbatu, hingga polisi tidur.

Meski memiliki peran vital, kondisi suspensi sering luput dari perhatian pemilik kendaraan. Letaknya yang berada di bawah membuat komponen ini jarang diperiksa secara rutin, padahal dapat memengaruhi kenyamanan, pengendalian, hingga keselamatan berkendara.

Baca juga: KDM Wacanakan Sopir Angkot Tua Bisa Miliki Mobil Listrik Tanpa DP

Parkir miring bisa memicu kerusakan suspensi mobil. kompas.com Parkir miring bisa memicu kerusakan suspensi mobil.

Cek Kondisi Fisik

Mekanik spesialis kaki-kaki Wahyu Motor di MGK Kemayoran, Andi, mengatakan, pemeriksaan awal kondisi suspensi sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa peralatan khusus.

Salah satu cara paling mudah adalah dengan memperhatikan kondisi fisik shockbreaker. Jika terlihat ada rembesan oli pada tabung shockbreaker, besar kemungkinan komponen tersebut sudah mengalami kerusakan.

“Kalau ada rembesan oli di bodi atau tabung shockbreaker, sebaiknya segera diperbaiki. Untuk mobil keluaran lama biasanya masih bisa mengganti seal karetnya, tetapi pada banyak model sekarang umumnya shockbreaker harus diganti satu unit,” ujar Andi kepada Kompas.com, Rabu (22/7/2026).

Selain pemeriksaan visual, gejala kerusakan juga bisa dikenali dari kondisi ban. Suspensi yang tidak bekerja optimal dapat menyebabkan keausan ban tidak merata karena distribusi beban kendaraan menjadi kurang seimbang.

Baca juga: Bahas Desain Chery C5 CSH, Kabin Mewah tapi Kurang Segar

Ilustrasi suspensi mobil tertekan karena mobil kelebihan muatanMikelewisO2/Flickr Ilustrasi suspensi mobil tertekan karena mobil kelebihan muatan

Gejala Saat Mobil Dikendarai

Andi menjelaskan, kerusakan suspensi umumnya terjadi secara bertahap, bukan secara tiba-tiba.

Penyebabnya beragam, mulai dari sering melintasi jalan rusak hingga kebiasaan membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan.

Menurut dia, mobil yang terasa limbung atau kurang stabil saat melewati tikungan maupun tanjakan patut dicurigai mengalami masalah pada sistem suspensi.

Gejala lainnya adalah muncul suara berdecit ketika mobil melintasi polisi tidur atau permukaan jalan yang tidak rata.

“Kalau saat dikendarai mobil terasa miring atau kurang stabil, kemudian muncul bunyi berdecit ketika melewati polisi tidur atau tanjakan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada sistem suspensi,” kata Andi.

Baca juga: Produk Baru Yadea Siap Meluncur Pekan Ini


Apabila berbagai gejala tersebut mulai muncul, pemilik kendaraan disarankan segera membawa mobil ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan merembet ke komponen kaki-kaki lain sekaligus menjaga kenyamanan dan keamanan selama berkendara.


KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *