Aktris peraih Oscar sekaligus bintang film horor legendaris The Exorcist, Ellen Burstyn (93), kembali menorehkan prestasi. Atas dedikasinya di dunia perfilman, Burstyn akan dianugerahi Golden Lion untuk kategori Penghargaan Seumur Hidup pada Agustus mendatang.
Penghargaan bergengsi itu akan diserahkan dalam ajang ke-83 Venice International Film Festival, yang digelar La Biennale di Venezia. Keputusan tersebut ditetapkan Dewan Direksi La Biennale berdasarkan rekomendasi Direktur Artistik Festival Alberto Barbera. Pengumuman resmi disampaikan melalui laman La Biennale di Venezia.
Penghargaan Golden Lion akan diberikan kepada Burstyn bertepatan dengan pemutaran perdana film pendek karya Maggie Gyllenhaal berjudul Flesh Impact. Film tersebut didedikasikan untuk mendiang ikon Hollywood, Marilyn Monroe, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahirannya.
Saya juga bisa pulang membawa Piala Singa Emas!
Film Flesh Impact sendiri menampilkan sisi lain Monroe yang memperlihatkan bakat luar biasanya sebagai pemain film. Judul film ini diambil dari ungkapan yang pernah digunakan untuk menggambarkan aura Monroe.
Istilah flesh impact merujuk pada pujian terhadap pesona Monroe, yang tampak begitu nyata dan bercahaya di depan kamera hingga penonton merasa dapat menyentuhnya melalui layar lebar.
Selain Burstyn, film ini juga dibintangi Dakota Johnson, Peter Sarsgaard, dan Sepideh Moafi. Johnson memerankan Monroe pada masa puncak ketenarannya. Sementara itu, Burstyn akan memerankan Monroe dalam versi yang belum pernah ditampilkan kepada publik sebelumnya.
Menerima kabar penganugerahan tersebut, Burstyn mengaku sangat bangga dan terhormat.
”Wow! Saya tidak hanya berkesempatan mengunjungi salah satu kota favorit saya di dunia. Saya juga bisa pulang membawa Piala Singa Emas! Penghargaan Prestasi Seumur Hidup dari Festival Film Venesia. Saya merasa sangat terhormat, sangat bahagia, dan sangat bersyukur. Sungguh luar biasa,” ujarnya.
Sepanjang kariernya, Burstyn telah meraih sederet penghargaan. Pada 1975, ia menjadi perempuan ketiga dalam sejarah yang memenangi Tony Award dan Academy Award dalam tahun yang sama, masing-masing lewat drama Broadway Same Time, Next Year, dan film Alice Doesn’t Live Here Anymore.
Dari film yang sama, ia juga menerima nominasi Golden Globe dan British Academy Award untuk kategori Aktris Terbaik. Beberapa nominasi bergengsi lainnya diraih Burstyn melalui The Last Picture Show (1971) untuk Golden Globe dan Academy Award, Resurrection (1981) untuk Academy Award, serta Requiem for a Dream (2000) untuk Golden Globe dan Academy Award.
Saat ini, Burstyn menjabat sebagai co-president lembaga Actors Studio bersama Al Pacino dan Alec Baldwin. Ia juga memegang empat gelar doktor kehormatan dan kerap menjadi dosen tamu di sejumlah kampus di Amerika Serikat.
Pada 2006, Burstyn menjadi penulis buku terlaris nasional lewat memoar Lessons in Becoming Myself. Buku terbarunya tahun 2026, Poetry Says It Better: Poems to Help You Wake Up, bahkan meraih Kirkus Star.
Kirkus Star adalah tanda kehormatan dari majalah resensi buku paling berpengaruh di Amerika Serikat, Kirkus Reviews. Dari ribuan buku yang diresensi setiap tahun, hanya 10-15 persen yang mendapat tanda ini sebagai pengakuan atas kualitas yang luar biasa.
Dengan Golden Lion yang akan diterimanya di Venesia, Ellen Burstyn kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu legenda hidup perfilman dunia.
Aktris peraih Oscar sekaligus bintang film horor legendaris The Exorcist, Ellen Burstyn (93), kembali menorehkan prestasi. Atas dedikasinya di dunia perfilman, Burstyn akan dianugerahi Golden Lion untuk kategori Penghargaan Seumur Hidup pada Agustus mendatang.
Penghargaan bergengsi itu akan diserahkan dalam ajang ke-83 Venice International Film Festival, yang digelar La Biennale di Venezia. Keputusan tersebut ditetapkan Dewan Direksi La Biennale berdasarkan rekomendasi Direktur Artistik Festival Alberto Barbera. Pengumuman resmi disampaikan melalui laman La Biennale di Venezia.
Penghargaan Golden Lion akan diberikan kepada Burstyn bertepatan dengan pemutaran perdana film pendek karya Maggie Gyllenhaal berjudul Flesh Impact. Film tersebut didedikasikan untuk mendiang ikon Hollywood, Marilyn Monroe, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahirannya.
Saya juga bisa pulang membawa Piala Singa Emas!
Film Flesh Impact sendiri menampilkan sisi lain Monroe yang memperlihatkan bakat luar biasanya sebagai pemain film. Judul film ini diambil dari ungkapan yang pernah digunakan untuk menggambarkan aura Monroe.
Istilah flesh impact merujuk pada pujian terhadap pesona Monroe, yang tampak begitu nyata dan bercahaya di depan kamera hingga penonton merasa dapat menyentuhnya melalui layar lebar.
Selain Burstyn, film ini juga dibintangi Dakota Johnson, Peter Sarsgaard, dan Sepideh Moafi. Johnson memerankan Monroe pada masa puncak ketenarannya. Sementara itu, Burstyn akan memerankan Monroe dalam versi yang belum pernah ditampilkan kepada publik sebelumnya.
Menerima kabar penganugerahan tersebut, Burstyn mengaku sangat bangga dan terhormat.
”Wow! Saya tidak hanya berkesempatan mengunjungi salah satu kota favorit saya di dunia. Saya juga bisa pulang membawa Piala Singa Emas! Penghargaan Prestasi Seumur Hidup dari Festival Film Venesia. Saya merasa sangat terhormat, sangat bahagia, dan sangat bersyukur. Sungguh luar biasa,” ujarnya.
Sepanjang kariernya, Burstyn telah meraih sederet penghargaan. Pada 1975, ia menjadi perempuan ketiga dalam sejarah yang memenangi Tony Award dan Academy Award dalam tahun yang sama, masing-masing lewat drama Broadway Same Time, Next Year, dan film Alice Doesn’t Live Here Anymore.
Dari film yang sama, ia juga menerima nominasi Golden Globe dan British Academy Award untuk kategori Aktris Terbaik. Beberapa nominasi bergengsi lainnya diraih Burstyn melalui The Last Picture Show (1971) untuk Golden Globe dan Academy Award, Resurrection (1981) untuk Academy Award, serta Requiem for a Dream (2000) untuk Golden Globe dan Academy Award.
Saat ini, Burstyn menjabat sebagai co-president lembaga Actors Studio bersama Al Pacino dan Alec Baldwin. Ia juga memegang empat gelar doktor kehormatan dan kerap menjadi dosen tamu di sejumlah kampus di Amerika Serikat.
Pada 2006, Burstyn menjadi penulis buku terlaris nasional lewat memoar Lessons in Becoming Myself. Buku terbarunya tahun 2026, Poetry Says It Better: Poems to Help You Wake Up, bahkan meraih Kirkus Star.
Kirkus Star adalah tanda kehormatan dari majalah resensi buku paling berpengaruh di Amerika Serikat, Kirkus Reviews. Dari ribuan buku yang diresensi setiap tahun, hanya 10-15 persen yang mendapat tanda ini sebagai pengakuan atas kualitas yang luar biasa.
Dengan Golden Lion yang akan diterimanya di Venesia, Ellen Burstyn kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu legenda hidup perfilman dunia.