– Produsen smartphone Realme memastikan akan menghentikan pengembangan antarmuka (user interface/UI) Realme UI. Ke depan, seluruh smartphone Realme akan menggunakan ColorOS, sistem operasi yang selama ini dikembangkan oleh Oppo.
Konfirmasi ini disampaikan Realme melalui situs Weibo pada Kamis (16/7/2026), setelah sebelumnya muncul laporan yang menyebut perusahaan akan menyatukan platform perangkat lunaknya dengan Oppo.
Realme mengatakan seluruh ponsel baru yang meluncur mendatang akan langsung menjalankan ColorOS 17. Sementara itu, perangkat Realme yang masih memenuhi syarat untuk menerima pembaruan perangkat lunak juga akan diperbarui ke ColorOS.
Baca juga: Oppo Siapkan Langkah Besar, OnePlus dan Realme Disebut Bakal Disatukan
Menurut Realme, perubahan ini dilakukan untuk menyederhanakan proses pengembangan dan distribusi pembaruan sistem operasi.
“Bagi pengguna Realme, transisi ini diperkirakan berlangsung mulus karena selama bertahun-tahun Realme UI sudah banyak mengadopsi elemen dari ColorOS. Dengan demikian, perubahan ini lebih menyerupai pergantian identitas dibanding perombakan besar,” tulis Realme, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Times of India, Sabtu (18/7/2026).
Tampak depan Realme 16 Pro Plus 5G. Ponsel ini mengusung layar AMOLED 6,8 inci beresolusi 1.280 x 2.800 piksel dengan refresh rate 144 Hz, dukungan HDR10 Plus, serta tingkat kecerahan puncak hingga 6.500 nits. Realme UI pertama kali diperkenalkan pada awal 2020 sebagai antarmuka Android khusus untuk smartphone Realme. Meski memiliki identitas sendiri, tampilannya selama ini memang dikenal memiliki banyak kemiripan dengan ColorOS karena kedua merek berada di bawah grup perusahaan yang sama.
Sejalan dengan OnePlus
Penghentian Realme UI juga menjadi bagian dari strategi Oppo menyatukan platform perangkat lunak di berbagai mereknya.
Sebelumnya, OnePlus juga telah mengumumkan akan menghentikan pengembangan OxygenOS dan beralih menggunakan ColorOS mulai Android 17.
Baca juga: Realme UI 7.0: Daftar HP yang Kebagian Update beserta Jadwalnya
Menurut sejumlah laporan industri, mempertahankan beberapa antarmuka Android secara terpisah membutuhkan biaya yang besar. Masing-masing UI memerlukan tim pengembang, proses pengujian, hingga jadwal pembaruan yang berbeda.
Dengan menyatukan sistem operasi, Oppo dapat menyederhanakan pengembangan perangkat lunak sekaligus mempercepat distribusi pembaruan.
Operasional di Indonesia tetap normal
Di saat yang sama, Realme juga menegaskan bahwa operasional perusahaan di pasar di luar China, termasuk di Indonesia tidak mengalami perubahan.
Dalam konferensi distributor paruh kedua 2026 di Hong Kong, Vice President sekaligus Chief Marketing Officer (CMO) Realme, Chase Xu, mengatakan distribusi, struktur organisasi, jumlah karyawan, maupun model bisnis perusahaan tetap berjalan seperti biasa.
Public Relations Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca juga mengatakan hal yang serupa.
“Operasional Realme di Indonesia tetap sama seperti biasanya,” ujar Krisva singkat kepada KompasTekno.
berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung Plus sekarang








