Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas

banner

Suara.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung transformasi digital pada institusi negara.

Kali ini, BRI Kantor Cabang Luwuk berkolaborasi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk untuk menyelenggarakan sosialisasi penguatan layanan keuangan digital pada Jumat (17/7/2026).

Langkah ini ditujukan untuk mematangkan implementasi ekosistem nontunai (cashless) di lingkungan pembinaan tersebut.

Dalam kemitraan ini, peran BRI berfokus pada penyediaan infrastruktur teknologi finansial serta pembekalan edukasi bagi para petugas Lapas.

Dengan adanya asistensi dari perwakilan perbankan, para petugas diharapkan memiliki kecakapan mumpuni untuk mengawal dan mendampingi Warga Binaan dalam mengoperasikan instrumen transaksi digital secara aman, tertib, dan akuntabel.

Penerapan sistem pembayaran digital yang didukung oleh BRI ini berjalan selaras dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Aturan tersebut menekankan pentingnya meminimalkan peredaran uang kartal (tunai) di dalam blok hunian guna menekan risiko keamanan sekaligus meningkatkan transparansi transaksi keuangan di dalam Lapas.

Selain bertindak sebagai penyedia platform keuangan digital, komitmen sosial BRI diwujudkan melalui rencana keberlanjutan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

Dana stimulasi CSR dari BRI ini nantinya akan dialokasikan khusus untuk merestorasi serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang di Lapas Luwuk. Peningkatan fasilitas ini diharapkan mampu mengoptimalkan program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi Warga Binaan.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi BRI dalam mengawal program digitalisasi ini dari hulu ke hilir.

“Ini adalah kelanjutan dari program yang sudah kita mulai. Petugas harus semakin paham dan siap mengawal sistem ini, karena merekalah ujung tombak pelaksanaannya. Manfaat terbesarnya tetap untuk Warga Binaan, agar mereka bisa berbelanja kebutuhan di koperasi dengan lebih mudah dan aman tanpa uang tunai. Kami juga mengapresiasi BRI yang konsisten melanjutkan dukungan CSR untuk membantu meningkatkan sarana prasarana di Lapas Luwuk,” urai Bahrun.

Dari sisi kesiapan teknologi, perwakilan BRI Kantor Cabang Luwuk, Iqbal, memastikan bahwa sistem pembayaran yang dihadirkan telah disesuaikan secara spesifik dengan karakteristik kebutuhan di lingkungan Lapas.

Desain sistem ini mengutamakan aspek kepraktisan agar Warga Binaan dapat memenuhi kebutuhan harian mereka melalui koperasi Lapas tanpa hambatan teknis.

“BRI berkomitmen untuk terus mendukung Lapas Luwuk dalam mewujudkan Lapas Cashless melalui penyediaan sistem pembayaran digital yang aman dan mudah diakses,” tegas Iqbal.

Melalui sinergi yang kokoh antara Lapas Luwuk dan BRI, integrasi keuangan digital ini tidak hanya menjadi solusi praktis bagi tata kelola transaksi internal, melainkan juga menjadi bagian penting dari upaya modernisasi pelayanan publik yang berorientasi pada pemulihan serta kemandirian sosial para Warga Binaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *