Keputusan tersebut sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar film di China dan Hong Kong. Tak sedikit yang mempertanyakan pemilihan Dilraba karena sejumlah drama dan film yang dibintanginya dinilai belum mampu mencetak kesuksesan besar secara konsisten di box office.
Sebagian warganet bahkan meragukan kemampuan akting aktris berusia 34 tahun tersebut untuk memimpin proyek layar lebar garapan Stephen Chow.
Namun, bagi Chow, rekam jejak komersial bukanlah faktor utama dalam menentukan pemain.
Sepanjang kariernya, sutradara yang dikenal lewat film-film seperti Shaolin Soccer, Kung Fu Hustle, dan CJ7 itu memang memiliki reputasi sebagai sosok yang gemar menemukan talenta-talenta baru dan menghadirkan sisi terbaik para aktornya di layar lebar.
Menjawab berbagai keraguan publik, Stephen Chow justru memberikan pujian tinggi terhadap kemampuan alami yang dimiliki Dilraba.
“Baik adegan laga maupun akting, Dilraba sangat berbakat,” ujar Stephen Chow dalam konferensi pers, dikutip pada Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Chow, Dilraba harus menghadapi jadwal produksi yang padat sehingga memiliki waktu latihan yang sangat terbatas. Meski begitu, ia mampu beradaptasi dengan cepat begitu bergabung dalam proses syuting.
“Sebenarnya dia memiliki sangat sedikit waktu untuk berlatih karena jadwal syuting kami sangat padat. Meskipun demikian, dia langsung beradaptasi setelah bergabung dengan produksi dan menyelesaikan semuanya dengan sangat baik,” tuturnya.
Tak hanya kemampuan berakting, Chow juga memuji profesionalisme Dilraba selama proses produksi. Ia menilai penampilan sang aktris selalu terlihat natural, meski telah melalui proses yang matang.
“Akting Dilraba tidak pernah terlihat dipaksakan, tetapi di baliknya sangat tepat dan terpoles,” puji Chow.
Sutradara berusia 64 tahun itu juga mengungkapkan bahwa Dilraba tidak pernah mengeluh ketika harus mengulang pengambilan gambar berkali-kali demi mendapatkan hasil terbaik.
“Hampir setiap pengambilan gambar mengejutkan saya. Berkali-kali saya bertanya, ‘Bisakah kita melakukan satu kali lagi?’ Bukan karena dia belum melakukannya dengan baik, tetapi karena dia sudah melakukannya dengan baik,” kata Chow.
Gabungkan Kung Fu dan Sepak Bola
Kung Fu Soccer akan mengisahkan perjuangan tim sepak bola putri Emei yang dipandang sebelah mata saat mengikuti turnamen fiktif Supreme Invincible Cup. Dalam kompetisi tersebut, para pemain menggabungkan teknik seni bela diri tradisional dengan permainan sepak bola untuk menantang tim-tim unggulan demi meraih gelar juara.
Mengusung perpaduan komedi khas Stephen Chow, aksi seni bela diri, dan sepak bola, Kung Fu Soccer digadang-gadang menjadi salah satu film Asia yang paling dinantikan tahun ini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)








