Bandar Lampung (HO) -;Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Simpur Kota Bandar Lampung terus berbenah dan melahirkan terobosan baru guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Kali ini, Puskesmas Simpur resmi meluncurkan sebuah inovasi program bernama TEMAN TEMPUR, yang merupakan akronim dari Tim Pemantau Hipertensi di Puskesmas Simpur.
Inovasi ini lahir sebagai respons cepat terhadap tingginya angka kasus penyakit tidak menular, khususnya hipertensi (tekanan darah tinggi). Penyakit ini kerap menjadi silent killer atau pembunuh senyap bagi penderitanya jika tidak dipantau secara berkala dan konsisten.
Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr. Dewi Retnosari, menjelaskan bahwa TEMAN TEMPUR didesain untuk memperkuat sistem pengawasan dan pendampingan pasien hipertensi secara lebih dekat dan terintegrasi.
“Melalui inovasi TEMAN TEMPUR ini, kami berkomitmen untuk tidak hanya mengobati pasien yang datang ke Puskesmas, tetapi juga aktif melakukan pemantauan secara berkala. Kami ingin memastikan tekanan darah pasien terkontrol dengan baik, pola hidup mereka terjaga, dan kepatuhan minum obatnya tinggi, sehingga risiko komplikasi fatal seperti stroke atau penyakit jantung bisa kita tekan sedini mungkin,” ujar dr. Dewi Retnosari.
Program ini digawangi oleh tim khusus yang bergerak secara terstruktur untuk menjangkau pasien secara optimal. Selaku Koordinator Pelayanan Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Simpur, Ns. Yuni Munifa, S.Kep, memaparkan mekanisme kerja dari tim inovatif ini.
“Tim ini berfokus pada pendekatan yang lebih personal dan proaktif. Kami melakukan pencatatan data pasien secara rapi, melakukan pemantauan berkala baik saat pasien berkunjung ke Puskesmas maupun lewat tindak lanjut (follow-up) berbasis komunitas, hingga memberikan edukasi intensif mengenai gaya hidup sehat, seperti pola makan rendah garam dan pentingnya aktivitas fisik. Kami ingin pasien hipertensi merasa memiliki ‘teman’ yang mendukung penuh perjalanan kesembuhan mereka,” kata Ns. Yuni Munifa.
Dari sisi tata kelola dan standarisasi pelayanan, inovasi ini juga dipastikan berjalan sesuai dengan prosedur mutu yang ketat. Koordinator Mutu Pelayanan Puskesmas Simpur, dr. Anindia Putri, menegaskan bahwa program TEMAN TEMPUR bukan sekadar program musiman, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang Puskesmas dalam menjaga kualitas layanan.
“Inovasi TEMAN TEMPUR ini telah melalui proses kajian dan perencanaan mutu yang matang. Kami akan terus memantau indikator keberhasilan program ini, mulai dari tingkat kepatuhan pasien hingga persentase pasien yang tekanan darahnya berhasil stabil. Evaluasi berkala akan terus kami lakukan demi memastikan pelayanan yang kami berikan tetap aman, efektif, berpusat pada pasien, dan memenuhi standar mutu pelayanan kesehatan,” pungkas dr. Anindia Putri.
Dengan adanya inovasi TEMAN TEMPUR, Puskesmas Simpur berharap dapat menjadi pelopor dalam pengendalian penyakit tidak menular di Kota Bandar Lampung, sekaligus menggugah kesadaran masyarakat agar tidak lagi abai terhadap ancaman hipertensi. (Mira)







