MPLS SMAN 2 Semarang Bekali Siswa Cara Hadapi Ancaman NAPZA di Kalangan Pelajar – Indoraya News

banner

INDORAYA – Modus peredaran narkoba terus berkembang dan mulai menyasar kalangan remaja melalui berbagai cara. Salah satu modus yang kini menjadi perhatian adalah penyisipan zat narkotika ke dalam cairan rokok elektrik atau vape.

Ancaman tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Semarang, Rabu (15/7/2026). Sekolah menggandeng Gerakan Anti Narkotika (GERAM) Jawa Tengah untuk memberikan edukasi pencegahan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) kepada siswa baru.

Ketua DPD GERAM Jawa Tengah, Havid Sungkar, mengatakan edukasi sejak usia sekolah penting dilakukan karena remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran narkoba.

Menurutnya, para siswa harus memiliki keberanian untuk menolak ketika mendapat tawaran menggunakan narkoba, termasuk jika barang tersebut diberikan secara gratis.

“Dengan kehadiran kami di sini memberi edukasi pencegahan agar mereka ketika ditawari teman-temannya atau orang luar untuk memakai walau diberi gratis berani katakan tidak atau menolak pada narkoba,” kata Havid usai memberikan edukasi.

Ia menjelaskan, pelajar tingkat SMP hingga SMA kerap menjadi sasaran karena masih berada dalam fase mencari jati diri dan mudah terpengaruh lingkungan pergaulan.

Menurutnya, sebagian remaja awalnya mencoba narkoba karena ajakan teman. Beberapa jenis zat yang sering disalahgunakan adalah obat-obatan tertentu yang mudah diperoleh dengan harga murah.

“Mereka biasanya mencoba pil koplo, seperti tramadol dan eximer yang mudah didapat dan murah,” ungkapnya.

Selain penyalahgunaan obat, Havid juga mengingatkan adanya modus baru melalui vape. Menurutnya, para pengedar mulai memanfaatkan rokok elektrik sebagai media untuk menyamarkan peredaran zat narkotika.

“Yang sekarang lagi marak adalah rokok elektrik atau vape. Ini para bandar gimana caranya barang dagangannya biar laku jadi memasukkan zat-zat narkotikanya di dalam vape ini,” tegasnya.

Ia mengimbau para pelajar tidak mudah menerima pemberian dari orang lain, terutama jika berkaitan dengan rokok elektrik maupun barang yang tidak diketahui kandungannya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Semarang Dian Milasari mengatakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA menjadi salah satu materi penting dalam program MPLS Ramah. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter siswa.

Menurut Dian, sekolah berupaya melakukan pencegahan sejak awal agar siswa memiliki pemahaman tentang bahaya narkoba dan mampu menjaga diri dari pengaruh negatif.

“Ketika berbicara NAPZA memang kita prihatin dengan kondisi ini, apalagi di kalangan siswa. Tapi kami berharap itu tidak ada di SMA 2. Sehingga langkah-langkah preventif kami lakukan dari awal siswa kelas 10 sudah diperkenalkan jangan pernah menyentuh dan berkenalan dengan NAPZA,” ungkapnya.

Melalui edukasi tersebut, sekolah berharap siswa baru memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba sekaligus berani melapor apabila menemukan adanya indikasi penyalahgunaan di lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *