Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

banner

JAKARTA, KOMPAS.TV- Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung kini resmi membuka kunjungan gratis bagi masyarakat lewat program ISTURA (Istana untuk Rakyat). Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah bangsa, menikmati koleksi seni bernilai tinggi, hingga melihat salah satu simbol kedaulatan negara dari dekat.

Mengutip laman resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (16/7/2026), masyarakat tidak dikenakan biaya masuk untuk mengikuti program ini. Namun, seluruh calon pengunjung wajib melakukan reservasi terlebih dahulu melalui sistem pendaftaran online yang telah disediakan.

Program ISTURA terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, keluarga, komunitas, organisasi, instansi pemerintah maupun swasta, hingga masyarakat umum.

Baca Juga: Aksi “Indonesia Gelap”, Mahasiswa di Yogyakarta ‘Long March’ dari DPRD ke Istana Gedung Agung

Syarat Berkunjung ke Istana Kepresidenan Yogyakarta

Meskipun tidak dipungut biaya, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mengunjungi Istana Kepresidenan Yogyakarta. Berikut syarat dan cara mendaftar kunjungan gratis melalui program ISTURA:

1. Buka situs resmi www.isturaiky.page.
2. Cek ketersediaan jadwal kunjungan pada hari Senin hingga Kamis.
3. Pilih jam kunjungan yang masih tersedia, yaitu pukul 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 13.00, atau 14.00 WIB.
4. Siapkan surat permohonan yang memuat:
5. Kop surat resmi instansi atau organisasi.
6. Perihal dan tujuan permohonan kunjungan.
7. Periode kunjungan.
8. Jumlah peserta.
9. Nama koordinator.
10. Nomor Induk Kependudukan (NIK).
11. Nomor telepon/WhatsApp.
12. Tanda tangan kepala instansi atau penanggung jawab.
13. Pilih menu “Mulai Booking” dan isi data diri berupa nama lengkap, nomor WhatsApp, serta NIK.
14. Unggah dokumen yang dipersyaratkan.
15. Admin akan melakukan verifikasi sesuai kuota kunjungan yang tersedia.
16. Hasil persetujuan akan dikirim melalui WhatsApp dalam waktu sekitar 1–3 hari kerja.

Perlu diketahui, seluruh proses pendaftaran hingga pelaksanaan kunjungan tidak dipungut biaya alias gratis.

Daya Tarik Istana Kepresidenan Yogyakarta

Gedung Agung merupakan salah satu bangunan bersejarah di Yogyakarta yang memiliki nilai penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Bangunan bergaya arsitektur klasik Eropa ini telah berdiri sejak 1824 dan awalnya difungsikan sebagai kantor Residen Belanda.

Hingga kini, karakter historis bangunan tetap dipertahankan dan dipadukan dengan taman yang tertata rapi serta suasana hijau yang sejuk di tengah kawasan pusat Kota Yogyakarta. Salah satu daya tarik utama dalam program ISTURA adalah Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta yang berada di dalam kompleks Gedung Agung.

Di museum tersebut, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi seni dan benda bersejarah, termasuk lukisan karya maestro Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah, dan Dullah. Selain itu, terdapat koleksi patung perunggu, keramik antik, serta berbagai benda bersejarah yang menjadi saksi perjalanan bangsa Indonesia.

Selama mengikuti tur, pengunjung akan didampingi oleh pemandu resmi yang menjelaskan sejarah Gedung Agung beserta koleksi yang tersimpan di dalamnya. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pengalaman edukatif sekaligus memahami nilai sejarah bangunan tersebut.

Pengunjung juga diperbolehkan mengambil foto di sejumlah area yang telah ditentukan petugas. Namun, dokumentasi hanya diperkenankan tanpa menggunakan lampu kilat (flash) demi menjaga kondisi koleksi museum.

Baca Juga: Momen Jokowi Bagikan Sembako di Gedung Agung Yogyakarta

Selain menikmati suasana halaman istana yang asri, pengunjung juga diimbau untuk menjaga seluruh koleksi dengan tidak menyentuh lukisan, patung, keramik antik, maupun etalase museum selama berada di dalam area Istana Kepresidenan Yogyakarta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *