Rabu 15-07-2026,10:53 WIB
Reporter:
Fairuz Ainur Syafa Mustofa|
Editor:
Mohammad Khakim
Menyempurnakan Kualitas Ibadah: Mengulik Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dalam Kalibrasi Arah Kiblat–Kemenag
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Ketepatan arah kiblat menjadi salah satu syarat penting dalam pelaksanaan ibadah salat bagi umat Islam. Untuk membantu masyarakat memastikan arah kiblat secara akurat, Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali menggelar Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat pada 15-16 Juli 2026.
Program ini memanfaatkan fenomena astronomi tahunan yang dikenal sebagai Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zam, yaitu saat posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah di Makkah. Momentum tersebut memungkinkan masyarakat melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri tanpa memerlukan alat khusus.
Fenomena Rashdul Kiblat Terjadi Pukul 16.27 WIB
Berdasarkan panduan resmi Kementerian Agama, puncak fenomena Rashdul Kiblat tahun ini berlangsung pada 15 dan 16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.
Pada waktu tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah tepat ke Ka’bah. Karena itu, masyarakat dapat memanfaatkan momen ini untuk memverifikasi arah kiblat di masjid, musala, maupun rumah masing-masing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat yang digelar secara serentak di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan akurasi arah kiblat sekaligus memperluas literasi ilmu falak di tengah masyarakat.
Targetkan Lebih dari 1,4 Juta Titik Kalibrasi
Kementerian Agama menargetkan sekitar 1,448 juta titik kalibrasi arah kiblat di seluruh Indonesia.
Program tersebut melibatkan berbagai fasilitas ibadah dan ruang publik, mulai dari masjid, musala, sekolah, hotel, kantor pemerintahan, hingga rumah tinggal.
Melalui gerakan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memastikan arah kiblat sesuai kaidah ilmiah dan syariat.
Cara Mengecek Arah Kiblat Secara Mandiri
Berdasarkan penjelasan BMKG, proses pengecekan arah kiblat dapat dilakukan dengan langkah yang sangat sederhana.
Saat waktu Rashdul Kiblat tiba, cukup siapkan benda yang berdiri tegak lurus di atas permukaan datar, seperti tongkat atau tiang pendek.
Selanjutnya, amati bayangan yang terbentuk. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal benda akan menunjukkan arah Ka’bah secara akurat.
Metode ini telah lama digunakan dalam ilmu falak karena memanfaatkan posisi matahari yang tepat berada di atas Ka’bah sehingga menghasilkan referensi arah kiblat dengan tingkat presisi yang tinggi.
Tak Sekadar Kalibrasi, tetapi Edukasi Astronomi Islam
Selain membantu masyarakat memverifikasi arah kiblat, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat juga menjadi sarana edukasi mengenai ilmu falak dan astronomi Islam.
Melalui pemanfaatan fenomena alam yang dapat diamati langsung, masyarakat diajak memahami bahwa penentuan arah kiblat memiliki dasar ilmiah yang kuat sekaligus mudah dipraktikkan.
Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya ketelitian dalam menentukan arah kiblat di tempat ibadah maupun lingkungan tempat tinggal.
Sumber:
kemenag.go.id








