4 Cara Memanfaatkan QRIS agar Pengeluaran Harian Lebih Hemat

banner

JAKARTA, – Perkembangan pembayaran digital turut mengubah cara masyarakat mengelola pengeluaran sehari-hari.

Aktivitas seperti membeli kopi, makan siang, berbelanja kebutuhan harian, hingga membayar parkir kini semakin banyak dilakukan secara nontunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kemudahan tersebut dinilai tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga dapat membantu pengguna lebih disiplin dalam mengatur keuangan.

Baca juga: Transaksi QRIS Kian Ramai, Flip Bidik Kebutuhan Pembayaran UMKM

Ilustrasi QRIS, transaksi pembayaran dengan QRIS.  Seorang pemuda asal Kutai, Kalimantan Timur, berinisial AY (25), nekat melakukan aksi penipuan bermodalkan sebuah ponsel pintar (smartphone). Pengangguran yang sedang merantau di Surabaya ini sukses menguras uang tunai hingga jutaan rupiah dari sebuah toko kelontong di kawasan Bulak Banteng Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.SHUTTERSTOCK/ALFAWARDANA Ilustrasi QRIS, transaksi pembayaran dengan QRIS. Seorang pemuda asal Kutai, Kalimantan Timur, berinisial AY (25), nekat melakukan aksi penipuan bermodalkan sebuah ponsel pintar (smartphone). Pengangguran yang sedang merantau di Surabaya ini sukses menguras uang tunai hingga jutaan rupiah dari sebuah toko kelontong di kawasan Bulak Banteng Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.

“Data OVO menunjukkan, sebanyak 99 persen transaksi di merchant offline dilakukan menggunakan QRIS,” kata Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Asep Haekal dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Dia mengatakan, mayoritas dari transaksi tersebut juga berasal dari kebutuhan harian dengan nilai relatif kecil.

“Tercatat sekitar 42 persen transaksi makanan dan minuman melalui QRIS OVO memiliki nominal di bawah Rp 25.000,” ujarnya.

Dia mengatakan, temuan ini menunjukkan pembayaran digital telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat, terutama untuk pengeluaran sehari-hari seperti membeli makanan, minuman, hingga membayar parkir.

Baca juga: Cara Bijak Pakai QRIS untuk Kopi, Makan, dan Parkir agar Keuangan Tetap Aman

Di sisi lain, penggunaan QRIS kini semakin meluas dan tidak lagi terbatas untuk transaksi bernilai besar.

“QRIS kini bukan hanya digunakan untuk transaksi besar, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan harian pengguna, termasuk transaksi bernilai kecil seperti membeli makanan, minuman, hingga membayar parkir,” kata dia.

Ilustrasi QRIS. QRIS bisa digunakan di Korea Selatan. QRIS bisa dipakai di negara mana saja?qris.id Ilustrasi QRIS. QRIS bisa digunakan di Korea Selatan. QRIS bisa dipakai di negara mana saja?

“Melalui QRIS OVO, kami ingin menghadirkan pengalaman pembayaran yang praktis, aman, dan relevan dengan kebiasaan masyarakat yang semakin cashless,” lanjut Asep.

Meski nominal transaksi sehari-hari relatif kecil, akumulasi pengeluaran untuk kopi, makanan, transportasi, hingga parkir dapat menjadi cukup besar jika tidak dikelola dengan baik.

Baca juga: Nobu Bank Bagikan Soundbox QRIS Gratis untuk Pedagang Pasar Sukawati

Karena itu, pemanfaatan pembayaran digital perlu diiringi dengan kebiasaan mengelola pengeluaran secara lebih terencana.

“Karena itu, menjadi smart spender bukan berarti menghindari transaksi digital, melainkan memanfaatkannya dengan lebih bijak dan terencana,” ujar dia.

Berikut empat alasan bayar pakai QRIS OVO bisa membantu pengguna menjadi smart spender.

1. Pembayaran lebih praktis

Salah satu keuntungan pembayaran melalui QRIS adalah proses transaksi yang lebih sederhana.

Baca juga: Masih Banyak UMKM Belum Pakai QRIS, DANA Dorong Digitalisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *