Jakarta –
Kabar bahagia datang dari keluarga Ari Wibowo. Putra bungsunya, Kenzo Wibowo, baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah menengah dan kini bersiap melanjutkan perjalanan ke jenjang yang lebih tinggi.
Bagi Ari, kelulusan sang anak bukan cuma soal seremoni dan toga. Momen ini jadi penanda Kenzo akan memasuki fase kehidupan yang lebih serius dengan tanggung jawab yang semakin besar.
“Ya, satu tahap udah selesai, masuk ke tahap selanjutnya yang sebenarnya lebih berat lagi, tapi kan juga sesuai kedewasaan. Kenzo sudah 18 tahun, ya kan. Jadi memang sudah dikasih pertanggungjawaban yang lebih besar lagi,” kata Ari Wibowo saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada usia 18 tahun, Kenzo punya gambaran jelas soal masa depannya. Menariknya, meski lahir dari keluarga artis, ia justru tak terlalu tertarik mengikuti jejak ayah ke dunia hiburan.
“So far nggak sih,” kata Kenzo.
Jawaban tersebut nggak membuat Ari kecewa. Sebaliknya, bintang sinetron itu mendukung penuh pilihan hidup anaknya.
Ari Wibowo menegaskan nggak pernah punya ambisi menjadikan anak sebagai penerus kariernya di industri hiburan. Kenzo menjalani bidang yang memang disukai, itu paling penting menurut Ari Wibowo.
“Aku kasih kebebasan dia maunya ngapain. Kebetulan Kenzo pilihnya mau bisnis. Nanti juga rencana mau ambil sekolah teologi. Ya silakan, jalanin aja,” kata Ari.
Untuk kuliah, Kenzo tetap memilih pendidikan di Indonesia. Ia bahkan sudah mendaftar di salah satu kampus swasta ternama untuk mengejar cita-citanya di bidang bisnis.
Sebagai orang tua, Ari nggak mau terlalu ikut campur dalam setiap keputusan anak. Menurutnya, seiring bertambahnya usia, anak juga harus diberikan ruang untuk belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Pria berusia 53 tahun itu mengaku bukan tipe ayah yang menerapkan aturan super ketat di rumah. Pola asuh yang santai namun tetap penuh kepercayaan itu menjadi salah satu alasan hubungan Ari dan Kenzo terlihat begitu dekat.
“Oh aku dari dulu nggak pernah strict sama anak. Jadi aku melihat masing-masing anak kedewasaannya seperti apa. Kalau emang udah nggak perlu kita pikir, juga dia sesuai usianya udah bisa jalan sendiri, udah cukup dewasa untuk memahami apa yang boleh, apa yang nggak boleh, ya udah,” pungkasnya.
(pus/pus)








