JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan meminta publik tidak memandang sebelah mata politikus yang berasal dari kalangan artis.
Menurut dia, para artis juga memiliki talenta, kreativitas, dan kecerdasan yang dapat menjadi modal untuk berkiprah di dunia politik.
“Artis itu punya talenta-talenta yang luar biasa, cerdas-cerdas, ya, seperti Eko Patrio, Uya Kuya, gitu,” ujar Zulhas usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Baca juga: Uya Kuya Resmi Dilantik Jadi Ketua PAN DKI Jakarta Periode 2024-2029
Menteri Koordinator Bidang Pangan itu pun kemudian menyinggung banyaknya pihak yang menganggap PAN sebagai partainya artis-artis nasional.
Meski demikian, Zulhas menegaskan PAN tidak pernah membedakan latar belakang seseorang yang ingin bergabung dengan partainya, termasuk mereka yang berasal dari dunia hiburan.
“Partai PAN itu kadang-kadang diplesetkan Partai Artis Nasional, ya. Nah, kami tidak membeda-bedakan siapapun yang cinta terhadap bangsa kita, cinta tanah air, bergabung sama kita, apalagi artis,” jelas dia.
Menurut Zulhas, artis justru memiliki kemampuan yang tidak bisa diremehkan. Dia menilai kemampuan itu tercermin dari kreativitas dan produktivitas para kader PAN yang berasal dari kalangan artis.
Baca juga: Santai Jokowi Safari Politik, PAN: PSI Bukan Ancaman
“Tadi kan teman-teman lihat betapa mereka kreatif, kerjanya sangat produktif, cerdas-cerdas,” kata Zulhas.
Secara khusus, ia bahkan menyinggung latar belakang pendidikan Ketua DPW PAN DKI Jakarta yang baru, Surya Utama atau Uya Kuya. Menurut Zulhas, Uya memiliki bekal akademik yang sesuai dengan dunia politik.
“Dan Uya Kuya itu lulusan UI, jurusan apa, FISIP UI. Studinya memang politik, gitu,” ujar dia.
Zulhas juga mengungkit keberhasilan Eko Patrio saat memimpin DPW PAN Jakarta. Menurut dia, Eko sempat dipandang sebelah mata ketika dipercaya menjadi ketua wilayah.
Baca juga: Ketua Umum PAN: Gerindra Koalisi Sepanjang Zaman
Namun, Eko dilihatnya mampu membuktikan kinerjanya melalui peningkatan perolehan kursi DPR dan DPRD PAN dari wilayah Jakarta.
“Jadi, kinerja Ketua PAN dulu Eko Patrio dari dua jadi 10. Yang dulu ditertawakan, ‘Oh, kok jadi ketua partai?’, gitu ya kan? Tapi dari dua jadi 10. RI-nya 3, jadi 3,” tutur Zulhas.
Lebih jauh, dia juga mengaku optimistis Uya Kuya dapat melanjutkan capaian tersebut. Zulhas menilai pelaksanaan acara pelantikan yang digelar Uya menunjukkan kemampuan kepemimpinannya.
“Begitu juga Uya, tadi lihat acaranya luar biasa. Saya kira begitu,” pungkas Zulhas.
Baca juga: PAN Genjot Penuhi Kuota 30 Persen Perempuan untuk Pemilu 2029
Untuk diketahui, Zulhas resmi menunjuk Uya Kuya sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta menggantikan Eko Patrio.
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga sebelumnya mengatakan, penunjukan Uya didasarkan pada sejumlah pertimbangan.
Selain dinilai memiliki integritas dan komitmen untuk membesarkan PAN di Jakarta, Uya juga dianggap mempunyai jaringan sosial yang luas sehingga diharapkan mampu meningkatkan elektabilitas PAN di Ibu Kota.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang








