Jakarta –
Selebgram Baas Saputra menjejak ke skena bisnis industri kreatif dengan cara berbeda. Figur media sosial yang dikenal lewat konten-konten ramah keluarga itu mencoba berkreasi lewat buku tahunan sekolah versi kekinian.
Lewat Prodigy Art Creative dia menawarkan sesuatu yang out of the box, mengubah buku tahunan sekolah konvensional jadi karya seni interaktif. Menggabungkan teknologi augmented reality dengan catatan akhir anak-anak sekolahan.
Hybrid ini menghasilkan produk kreatif yang unik. Lewat buku tahunan versi modern ini, alumni tetap dapat versi fisik yang bisa mereka sentuh dan simpan; tapi juga punya versi 3-dimensi yang nawarin cara berbeda dalam menghidupkan lagi kenangan masa sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Melalui fitur teknologi augmented reality 3D ini, para alumni dapat menghidupkan kembali kenangan masa sekolah mereka secara interaktif hanya dengan memindai halaman buku menggunakan perangkat pintar,” kata Baas saat dihubungi belum lama ini.
Versi augmented reality 3D ini tentu juga diikuti oleh sederet konten dokumentasi foto dan video.
Mengintegrasikan cetakan premium, desain packaging eksklusif, hingga struktur pop-up tiga dimensi di dalam buku tahunan.
Prodigy juga menjadi pelopor yang mengawinkan produk cetak fisik tersebut dengan teknologi augmented reality 3D. Baas Saputra meyakini apa yang disajikan benar-benar spesial.
Gak heran kalau sekolah-sekolah internasional almamater para artis akhirnya mengincar kreasinya. Dia mengklaim, lebih dari 500 ribu siswa maupun mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia pernah jadi klien Prodigy Art Creative.
Gak cuma buku tahunan, tapi juga jasa fotografi jadi salah satu lini bisnis pria ini. Nah, sederet artis juga pernah berkolaborasi dengannya.
“Untuk foto, artis-artis ternama Indonesia pernah, kayak Azof Rangga, Chand Kelvin, Tissa Biani,” pungkas dia.
(aay/mau)








