SIANTAR, HETANEWS.com – Samosir Musik Internasional (SMI) Festival 2026 berlangsung selama 3 hari (2-4/7/2026) di Open Stage Tuktuk, Samosir.
Deretan artis mancanegara dan lokal siap semarakkan SMI lewat seni dan musik. Bangkitkan perekonomian daerah melalui sektor wisata.

Demikian disampaikan Henry Manik mewakili SMI kepada media, Kamis (2/7/2206) di Pematangsiantar.
Henry hadir di Kota Pematangsiantar bersama musisi yang cukup dikenal di Belanda Maite Hontele y La Novia. Ada Stephen Dominic Elery (Inggris), Maite Hontele y La Novia (Belanda) dan Yonatan Pandelaki (Indo-Jerman).
Dalam kesempatan itu, Henry Manik juga menjelaskan awal berdirinya SMI sejak tahun 2014. Sehingga berhasil atas sebuah pencapaian yang membanggakan, SMI Festival masuk dalam event Nasional lewat program Kharisma Event Nasional (KEN) oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
“Ini menjadi bukti konsistensi dan kualitas festival yang telah diakui secara nasional selama beberapa tahun berturut-turut,” katanya.
SMI 2026 juga akan dihibur penyanyi top nasional seperti Lyodra, Viky Sianipar Band yang akan tampil bersama Ogar Nababan dan Alsant Nababan, Style Voice, Punxgoaran, Alsant Nababan, Rany Simbolon, dan Dorman Manik, Alex Hutajulu, Yonatan Pandelaki. Ada juga penampilan khusus eks pimpinan KPK, Saut Situmorang.
Henry berharap kegiatan tersebut dapat menarik wisatawan datang ke Samosir. Selain penampilan sejumlah artis mancanegara dan lokal juga ada Plaza food dari berbagai UMKM yang menyajikan beraneka ragam kuliner makanan dan minuman.
Salah satu konsep yang menjadi ciri khas SMI Festival adalah setiap artis yang tampil disarankan untuk membawakan minimal dua lagu Batak.
“Konsep ini menjadi bagian dari misi utama festival untuk memperkenalkan musik dan budaya Batak secara langsung kepada audiens yang lebih luas, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” papar Henry.
Perdana dibuka, 2 Juli 2026 semua hiburan gratis dan terbuka untuk umu. Ada juga pelayanan kesehatan gratis di area venue, serta pelaksanaan operasi katarak gratis yang dilakukan di lokasi terpisah.
Pada tanggal 3-4 Juli 2026, SMI Festival akan menerapkan sistem tiket bagi seluruh pengunjung. Setiap orang yang memasuki area festival diwajibkan memiliki tiket resmi.
“Salah satu highlight SMI adalah tortor massal yang akan melibatkan partisipasi luas dari warga di lokasi penyelenggaraan festival. SMI Festival tahun ini juga menghadirkan program baru bertajuk SMIRUN (SPORT LARI),” jelasnya.
Menurut Henry, SMI Festival 2026 merupakan salah satu event unggulan Provinsi Sumatera Utara serta Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata dan mendapatkan dukungan penuh.
“Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Erasmus Belanda di Jakarta, yang turut berkontribusi dalam pengembangan program dan penyelenggaraan acara,” ungkapnya.
Penjualan tiket telah dibuka sejak dua minggu lalu melalui platform loket.com, dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“SMI Festival 2026 akan menjadi salah satu event unggulan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tutup Henry.








