Jual Kue, Bayar Pakai Ide: Cara PRI Memuliakan Pikiran Rakyat

banner

SULTRALINE.ID – KENDARI – Di sebuah sudut Kelurahan Bende, Kota Kendari, Jumat (16/7/2026), tidak ada teriakan kampanye, tidak ada panggung megah, dan tidak ada janji politik yang menggema. Yang terlihat hanyalah meja sederhana berisi aneka jajanan tradisional, selembar kertas, sebuah spidol, dan senyum warga yang datang silih berganti.

Namun dari kesederhanaan itulah lahir sebuah pesan yang begitu menyentuh: “Satu Orang, Satu Ide. Tulis Idenya, Bawa Pulang Kuenya.”

Kegiatan bertajuk “Jual Kue, Bayar Pakai Ide” tersebut digagas oleh Relawan UMKM Partai Rakyat Indonesia (PRI) Kota Kendari sebagai bagian dari rangkaian menyambut bulan Agustus, bulan yang memiliki makna istimewa bagi PRI. Selain menjadi bulan lahir Partai Rakyat Indonesia yang dideklarasikan pada 8 Agustus 2025, Agustus juga menjadi bulan kelahiran Ketua Umum PRI, Muhammad Nazaruddin, yang diperingati setiap 26 Agustus.

Alih-alih meminta dukungan, relawan justru meminta masukan.Setiap warga yang datang dipersilakan memilih kue favorit mereka tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Sebagai gantinya, mereka hanya diminta menuliskan satu ide, harapan, kritik, ataupun saran untuk Partai Rakyat Indonesia agar tetap tumbuh bersama rakyat.

Pemandangan itu menghadirkan suasana yang berbeda. Anak-anak, ibu rumah tangga, pedagang, hingga para pekerja terlihat sabar mengantre di depan “Meja Ide”. Mereka tidak sedang membeli Kue, tetapi sedang menyampaikan harapan.

Kertas-kertas yang perlahan terisi tulisan warga menjadi bukti bahwa setiap gagasan, sekecil apa pun, layak didengar.

Ketua Relawan UMKM PRI Kota Kendari, Anwar mp. Yang juga bagian dari manajemen Aproject, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari keinginan sederhana untuk berbagi kepada masyarakat sekaligus membuka ruang dialog yang lebih hangat antara rakyat dan partai politik.

“Kelurahan Bende merupakan kawasan yang padat penduduk. Kami berpikir, mengapa tidak berbagi kue sambil mengajak masyarakat menyampaikan ide-ide terbaiknya. Kami ingin mendengar langsung harapan warga agar Partai Rakyat Indonesia selalu setia berjalan bersama rakyat, bukan hanya hadir saat momentum politik,” ujarnya.

Menurutnya, partai politik seharusnya bukan hanya menjadi tempat berkumpul para kader, tetapi juga menjadi rumah bagi lahirnya gagasan masyarakat.

Konsep sederhana itu justru berhasil menarik perhatian banyak warga. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan membuat kegiatan berlangsung hangat. Senyum para penerima kue berpadu dengan semangat mereka ketika menuliskan ide yang diharapkan mampu menjadi bagian dari perjalanan PRI ke depan.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari

Perwakilan Perempuan Kadia , Ade Haerani Yahya , yang akrab disapa Kak Rani, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya mendukung berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, ketika mendengar konsep “Jual Kue, Bayar Pakai Ide”, pihaknya langsung menawarkan diri untuk ikut terlibat.

“Kami bertanya kepada relawan, apa yang bisa kami bantu. Bagi kami, selama kegiatan itu memberikan manfaat kepada masyarakat dan ikut membangun semangat Partai Rakyat Indonesia untuk semakin dekat dengan rakyat, kami akan selalu mendukung sesuai kemampuan kami,” ungkapnya.

Di sisi lain, kebahagiaan juga dirasakan masyarakat.

Salah seorang Simpatisan Partai Rakyat Indonesia , Heri Lambe  yang biasa di sapa  mama Nanda, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti itu. Ia mengaku senang karena untuk pertama kalinya dirinya merasa bahwa sebuah ide memiliki nilai yang sama berharganya dengan uang.

“Biasanya kalau beli kue harus bayar dengan uang. Hari ini saya cukup menulis harapan untuk Indonesia dan Partai Rakyat Indonesia, lalu bisa membawa pulang kue. Kegiatan seperti ini sangat unik dan membuat kami merasa dihargai,” katanya dengan wajah penuh senyum.

Bagi sebagian orang, kegiatan tersebut mungkin hanya berbagi jajanan pagi.

Namun bagi warga yang hadir, pagi itu menjadi pengingat bahwa politik tidak selalu harus hadir dalam bentuk pidato panjang ataupun baliho besar. Politik juga bisa hadir melalui sapaan hangat, secangkir kebersamaan, dan keberanian mendengarkan suara rakyat.

Di tengah berbagai dinamika kehidupan masyarakat, konsep sederhana ini menjadi simbol bahwa perubahan besar sering kali berawal dari hal-hal kecil—dari selembar kertas, sebuah ide, dan kepedulian untuk saling mendengar.

Sementara di tempat kegiatan ,kordinator kegiatan siti Farida Usman,mengungkapkan pada awak media  bahwa kegiatan ini di dukung penuh oleh ibu ketua DPD partai rakyat Indonesia ,ibu wa ode  Nurhayati dan sahabat sahabat kami di manajemen Aproject. Serta para relawan dan simpatisan.pungkasnya

Diketahui, Partai Rakyat Indonesia (PRI) merupakan partai politik berhaluan nasionalis-religius yang dideklarasikan di Jakarta pada 8 Agustus 2025. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Nazaruddin, PRI menyatakan komitmennya untuk mendukung visi Asta Cita serta berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui kegiatan seperti “Jual Kue, Bayar Pakai Ide”, para relawan berharap semangat gotong royong, kepedulian, dan budaya mendengar aspirasi masyarakat dapat terus tumbuh. Sebab, bagi mereka, sebuah partai akan menjadi besar bukan hanya karena banyaknya pendukung, melainkan karena kesediaannya membuka ruang bagi setiap suara rakyat untuk didengar.

 

LIputan : Bahri

Editor    : Titah

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *