Cara Memilih Produk Vitamin C yang Tepat untuk Kulit Wajah

banner

KOMPAS.com – Dengan banyaknya pilihan produk vitamin C topikal yang beredar di pasaran, memilih produk yang tepat bisa jadi tantangan tersendiri. Biasanya, produk vitamin C topikal yang beredar hadir dalam bentuk serum.

Vitamin C dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang paling populer dalam dunia perawatan kulit. Selain membantu mencerahkan kulit kusam, kandungan ini juga kerap dipilih untuk membantu menyamarkan noda hitam dan menjaga kulit tetap sehat.

Namun, tidak semua vitamin C cocok untuk setiap orang. Ahli menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih vitamin C yang akan dioleskan ke permukaan kulit.

Baca juga: Rutin Konsumsi Vitamin C dari Buah Bikin Kulit Sehat

Cara Memilih Vitamin C Topikal 

Sesuaikan konsentrasi dengan jenis kulit

Dokter spesialis kulit asal New York, Dr. Patricia Wexler, mengatakan konsentrasi vitamin C menjadi salah satu faktor pertama yang perlu diperhatikan.

“Mulailah dengan konsentrasi rendah, yaitu 10 persen, lalu tingkatkan menjadi 15 persen atau 20 persen jika kulit dapat mentoleransinya,” jelas Patricia kepada Vogue.

Kulit tidak selalu membutuhkan konsentrasi tinggi sejak awal. Jadi, alangkah baiknya bisa memulai dari kadar yang lebih rendah untuk memberi waktu bagi kulit beradaptasi sehingga risiko iritasi dapat diminimalkan.

Untuk kulit normal hingga berminyak, bentuk vitamin C berupa L-ascorbic acid umumnya bisa memberikan hasil yang lebih optimal. Sementara itu, pemilik kulit kering dan sensitif disarankan memilih magnesium ascorbyl phosphate karena cenderung lebih lembut di kulit.

Baca juga: Bolehkah Skincare Niacinamide dan Vitamin C Dipakai Bersamaan?

Perhatikan pH formulanya

Selain konsentrasi, tingkat keasaman atau pH produk juga memengaruhi kemampuan vitamin C untuk diserap kulit.

Patricia menjelaskan bahwa pemilik kulit normal dapat memilih produk dengan pH sekitar 3,5 agar penyerapannya maksimal. Sementara itu, untuk kulit sensitif lebih cocok menggunakan formula dengan pH 5-6.

“Rentang tersebut merupakan pH alami kulit sehingga tidak akan terlalu mengiritasi,” kata  Patricia.

Pilih serum dengan kandungan pendamping

Serum menjadi bentuk vitamin C yang paling banyak direkomendasikan karena mampu menghantarkan bahan aktif dalam konsentrasi tinggi ke lapisan kulit.

“Serum membantu menjaga kestabilan bahan aktif sekaligus meningkatkan penetrasinya ke lapisan luar kulit,” sebut dokter spesialis kulit Joshua Zeichner, dikutip dari Vogue.

Baca juga: Chloe Malle Resmi Gantikan Anna Wintour di Vogue

Efektivitas vitamin C dapat meningkat jika dipadukan dengan bahan lain seperti vitamin E, ferulic acid, vitamin B, dan hyaluronic acid. Kombinasi tersebut membantu menstabilkan vitamin C sekaligus mendukung perlindungan kulit dari radikal bebas dan pembentukan kolagen.

Pilih produk dengan yang kemasan tepat

Vitamin C termasuk bahan aktif yang mudah teroksidasi sehingga cara penyimpanannya juga perlu diperhatikan.


Patricia menyarankan agar serum sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan terlindung dari cahaya. Jika warna serum berubah menjadi lebih gelap atau keruh, atau muncul aroma tengik, kemungkinan produk telah mengalami oksidasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *