Menyusuri Wurak: Cara Satgas Pamtas Yonif 136/TS Rawat Kemanunggalan di Pedalaman Papua

Keterangan Gambar : Sejumlah prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 136/TS Pos Ilu berbincang dengan Kampung Wurak, Distrik Ilu, Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (14/7/2026). /arsip Satgas Tuah Sakti
KORANBATAM.COM – Komitmen menjaga stabilitas di wilayah perbatasan tidak hanya dilakukan melalui patroli keamanan, tetapi juga lewat pendekatan humanis yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Kewilayahan Yonif 136/Tuah Sakti (TS) Pos Ilu.
Pada Selasa (14/7/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIT, sejumlah prajurit TNI keluar dari pos mereka bukan untuk operasi militer, melainkan untuk menyusuri jalanan setapak di Kampung Wurak, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
Dipimpin oleh Dantim 2 Pos Ilu, Sersan Satu (Sertu) Hendra, serta didampingi Bintara Kesehatan (Binkes) Sersan Dua (Serda) Felix Silalahi, mereka menggelar aksi anjangsana dari rumah ke rumah (door-to-door).
Langkah kaki para prajurit ini disambut hangat oleh warga setempat. Di sela-sela interaksi tersebut, personel Satgas menyapa, berdialog hingga mendengar langsung keluh kesah serta aspirasi yang selama ini dirasakan masyarakat di wilayah pedalaman tersebut.
Kehadiran tentara di halaman rumah mereka menjadi ruang diskusi yang cair bagi warga seperti Nikson Kogoya (25), Kemit Wonda (46), dan Martinus Kogoya (18). Tanpa sekat formalitas, obrolan mengalir membahas kondisi kesehatan hingga situasi sehari-hari di kampung mereka.
Sertu Hendra menegaskan bahwa, kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Yonif 136/TS untuk selalu hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat. Melalui komunikasi dua arah yang intens, TNI berharap bisa terus memperkuat kemanunggalan dengan masyarakat Papua.
“Melalui kegiatan anjangsana ini, kami ingin terus menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan kekeluargaan dengan masyarakat. Kehadiran kami diharapkan dapat menjadi wadah untuk mendengarkan aspirasi warga, memahami kebutuhan mereka, serta memperkuat kebersamaan,” ujar Sertu Hendra dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).
Pendekatan persuasif dan penuh kekeluargaan ini mendapat respons positif dari masyarakat Kampung Wurak. Antusiasme warga yang menyambut kehadiran para prajurit menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap TNI di wilayah penugasan perbatasan tetap terjaga dengan baik, sekaligus menjadi modal penting dalam merawat keharmonisan serta keamanan di tanah Papua.
(red)


▴JNE BATAM▴
▴–▴








