Aktris Masayu Anastasia di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (13/7). Foto: Firda/JPNN.com
jpnn.com, JAKARTA – Aktris Masayu Anastasia berperan sebagai dokter forensik dalam film Autopsy: Dead Body Can Talk.
Film yang diproduksi oleh Karya Kreatif Utama itu merupakan sebuah Forensic Psychological Thriller yang terinspirasi dari kisah nyata dokter forensik ternama Indonesa, dr. Sumy Hastry Purwanti.
Ditemui dalam peluncuran poster dan trailer film tersebut di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (13/7) malam, Masayu Anastasia mengungkapkan tantangannya memerankan karakter dokter forensik.
Selain harus mempelajari bahasa-bahasa kedokteran, perempuan 42 tahun itu juga mempelajari cara melakukan autopsi yang benar seperti apa.
“Tantangannya adalah menghapalkan bahasa-bahasa kedokteran, bahasa kepolisian, terus cara otopsi yang benar begitu, karena, kan, aku juga enggak mau sembarangan begitu, kan,” ujar Masayu Anastasia kepada awak media.
Meski dirinya harus berhadapan dengan replika bagian tubuh manusia dan ruang autopsi, tetapi Masayu tak merasa takut atau geli.
Dia bahkan menganggap lokasi syuting bak tempat bermain untuknya.
“Enggak, karena aku tiap di lokasi itu, setiap di set ruang autopsi, aku selalu bilang ini ‘playground’, begitu. Jadi, sampai semuanya di lokasi itu sudah manggil aku ‘Bu Dokter, Bu Dokter’, sudah yang kayak begitu,” kata Masayu Anastasia.
Aktris Masayu Anastasia berperan sebagai dokter forensik dalam film Autopsy: Dead Body Can Talk.








